HEADLINE NEWS

Banyak Media Bermain Clickbait, Jurnalisme yang Baik Kian Langka

By On December 09, 2019

Banyak Media Bermain Clickbait, Jurnalisme yang Baik Kian Langka

Disrupsi informasi menjadi peluang bagi media mainstream untuk meningkatkan pembacanya.

“Disrupsi informasi membuat masyarakat mengalihkan mencari informasi di media mainstream politik karena banyak informasi hoax di media sosial,” kata Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Nezar Patria saat menyampaikan presentasinya tentang The Future Media di Tempo Media Week 2019, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu, 7 Desember 2019.

Menurut Nezar, masyarakat mengalihkan bacaannya ke media mainstream besar lantaran jurnalisme yang baik kian langka. “Dunia jurnalistik banyak bermain dengan click bait,” kata dia.

Ia menuturkan, saat ini, konten digital paling besar dikuasai oleh New York Times. The Times juga merajai subscriber.

Di Indonesia, pengaruh game online yang berbahasa Inggris, berimbas positif terhadap peningkatan pembaca The Jakarta Post.

“Dulu, pembaca Jakarta Post banyak dikuasai oleh ekspatriat. Tapi kini, gara-gara game berbahasa Inggris, ada kenaikan signifikan dari pembaca lokal,” katanya.

Yang menarik, kata Nezar, disrupsi informasi juga mendorong tren Slow News. “Slogannya menarik, Unbreaking News, bukan Breaking News. Mereka bahkan mengajak pembacanya untuk menentukan headline apa yang akan ditayangkan pada edisi berikutnya,” ucapnya.

Pemimpin Redaksi Tempo.co Setri Yasra membenarkan pernyataan Nezar. Dari data yang diketahuinya, pembaca New York Times dari seluruh dunia per bulan mencapai 171 juta. Subscriber mereka pun sebanyak 4 juta orang. Ini diikuti oleh The Guardian dengan pembaca sebanyak 151 juta per bulan dari seluruh dunia dan 1 juta pelanggan subscriber.

Tantangan Industri Media: Kembali Jadi Sumber Informasi Utama

Industri media saat ini menghadapi tantangan serius. Pengaruhya sebagai sebuah medium yang bisa mempengaruhi opini publik berhadapan dengan media sosial.

“Media mainstream ditantang oleh platform media sosial termasuk dalam soal revenue,” kata Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Nezar Patria kepada Tempo, Kamis, 5 Desember 2019.

Menurut Nezar, saat ini, iklan digital lebih banyak lari ke media sosial ketimbang ke media mainstream. Tentu yang bisa dilakukan media mainstream adalah bagaimana cara bisa mendapatkan kembali kredibilitas sebagai sumber informasi utama seperti yang pernah didapatkan pada masa sebelumya.

“Pilihannya gak banyak, mengikuti sebagai media yang melayani segala macam yang dibentuk oleh selera media sosial, mass market atau bermain di ceruk lebih kecil, segmented semacam niche market,” ujarnya.

Persoalan inilah yang akan disampaikan Nezar saat berbicara soal The Future Media dalam gelaran Tempo Media Week 2019 di panggung utama, Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, 7 Desember 2019 mulai pukul 09.30. Selain Nezar, pembicara lainnya adalah Pendiri Kata Data, Metta Dharmasaputra; Pemimpin Redaksi KBR 68 H, Citra Dyah Prastuti; dan Pemimpin Redaksi Tempo.co, Setri Yasra.

Nezar menuturkan, untuk bermain di mass market, media mainstream harus memproduksi sebanyak mungkin artikel-artikel sensasional yang bisa bersaing di media sosial. “Kalau niche market, pilihannya harus bisa membuat policy content, model bisnisnya adalah model berlangganan, submission,” ucapnya.

Tapi, bisa juga campuran keduanya, antara content yang berlangganan dan gratis. Semua bisnis model ini belum ada formula yang tepat bisa dipakai di semua tempat di organisasi media lantaran sangat tergantung dari strategis bisnis audiens dan juga sejarah media mainstream yang bersangkutan.

Adapun Setri menuturkan, ia akan berbicara tentang transformasi digital di Tempo. “Tonggak transformasi digital adalah Tempo.co karena itu menjadi pintu masuk produk digital majalah dan koran,” katanya.

Selain itu, Setri akan menguatkan tayangan hasil liputan investigasif di Tempo.co. “Menuangkan hasil liputan investigasi jauh lebih keren lewat digital karena bisa dikirim lewat foto, video, dan terasa dekat dengan pembcaca karena ada interaksinya.

Pada gelaran Tempo Media Week 2019, mengambil tema besar The Future Media. Direktur Tempo Institute, Qaris Tajudin menuturkan, revolusi digital telah mengubah banyak hal, termasuk pada bagaimana kita mengkonsumsi informasi. 

Jika dulu, orang harus mencari informasi dengan membaca berita dalam bentuk fisik dengan berlangganan atau membeli di loper koran dan toko buku, kini bisa diperoleh dengan gratis, cepat, singkat, dan dalam beragam bentuk. (Tempo)

Bahaya Pakai Sepatu Tanpa Kaus Kaki

By On December 09, 2019


Memakai sepatu tanpa kaus kaki lagi ngetren. Banyak orang yang memang merasa tidak nyaman saat harus pakai sepatu dengan kaus kaki. Ini Bahaya Pakai Sepatu Tanpa Kaus Kaki!

Tampilan sepatu tanpa kaus kaki sangat populer di kalangan selebritis di karpet merah, catwalk, atau majalah mode. Padahal bersepatu tanpa kaus kaki berisiko, lebih dari sekadar bau kaki. 

Bahaya Pakai Sepatu Tanpa Kaus Kaki

College of Podiatry mengatakan, telah terjadi peningkatan infeksi jamur pada pria muda karena tren tanpa kaus kaki.

Emma Stephenson dari Collge of Podiatry, mengatakan, dia melihat lebih banyak pria berumur 18 sampai 25 tahun yang memiliki masalah akibat mengenakan sepatu tanpa kaus kaki serta sepatu yang tidak pas.

"Rata-rata kaki berkeringat sekitar setengah pint (0,28 liter) sehari," kata Emma Stephenson kepada Newsbeat dan dikutip BBC pada Rabu, 11 Oktober 2017.

"Terlalu banyak kelembaban dan kehangatan bisa menyebabkan infeksi jamur seperti kaki atlet," kata dia menekankan.

Tapi jika Anda masih ingin pergi dengan tampilan kaki dan sepatu telanjang, berikut adalah tiga tips praktis dari Emma:

1. Moderasi. Cobalah memoderasi dengan mengurangi berapa lama Anda memakai sepatu tanpa kaus kaki.

2. Semprotan. Semprotkan beberapa antiperspirant di telapak kaki Anda sebelum Anda memakai sepatu.

3. Area sakit. Carilah area yang mulai menyakitkan dan carilah saran.

College of Podiatry telah memperingatkan betapa kebiasaan bersepatu tanpa kaus kaki berisiko memicu masalah jamur dan infeksi seperti athlete’s foot atau kutu air, bahasa medisnya tinea pedis.

Beberapa ahli menyalahkan tren yang dipicu beberapa selebritas laki-laki seperti Bradley Cooper, Ryan Gosling dan Orlando Bloom. Mereka kerap tampil berpakaian formal, bersepatu tanpa kaus kaki.

Belum lagi, belakangan tren fashion banyak memunculkan alas kaki yang diproduksi tanpa mengabaikan aspek kesehatan.

Alhasil hal ini menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah kondisi kaki yang tidak diinginkan terutama pada laki-laki usia 18 hingga 25 tahun yang umumnya mengikuti tren berpakaian.

“Secara keseluruhan, kami melihat semakin banyak laki-laki yang mendatangi kami dengan masalah yang disebabkan oleh alas kaki yang tidak pas, bukan hanya memilih untuk bersepatu tanpa kaus kaki,” ujar podiatrist Emma Stevenson dari College of Podiatry.

Dinukil The Telegraph, Dr Stevenson memaparkan, “Tergantung pada tingkat keringat kaki, mungkin ada masalah dengan tingkat kelembapan tinggi di kaki, yang bisa membuat Anda rentan terhadap infeksi jamur seperti kaki atlet. Rata-rata kaki Anda akan berkeringat setengah liter per hari. Jumlah cukup banyak yang dicurahkan langsung ke sepatu tanpa diserap oleh kaus kaki.”

Di sinilah kaus kaki berfungsi sebagai pelindung kaki. Sebagai pelapis antara sepatu dan kaki, kaus kaki akan menyerap keringat, mencegahnya menimbulkan bau tak sedap.

Karena fenomena ini masih dalam tahap awal, penelitian belum dilakukan untuk menetapkan dampak sebenarnya dari masalah tersebut. Namun, kombinasi keringat yang berlebihan, pilihan obat yang kurang baik dan kurangnya kaus kaki dapat menciptakan lingkungan ideal di mana infeksi jamur dapat berkembang, berpotensi menyebabkan kaki yang tidak hanya berbau tapi juga menyakitkan.

Dr Stevenson menambahkan, banyak sepatu yang tersedia di kalangan atas kini mungkin memiliki bagian luar kulit tapi dilapisi bahan sintetis, yang membuat kaki tidak bisa bernapas.

Jika lapisan sepatu tidak menyediakan ruang untuk udara, maka kelembapan, panas dan bakteri semua akan terperangkap di dalam sepatu. Masalah terbesar lainnya adalah juga tren baru untuk sepatu pria yang sempit dan runcing, dan model sepatu tanpa tali.

Bersepatu tanpa kaus kaki adalah hal umum bagi laki-laki yang kerap mengutamakan gaya dengan kedua model sepatu ini.

Sepatu seperti itu, kata Dr Stevenson, menyebabkan gesekan pada benturan bertulang di kaki seperti jari kaki dan tumit, meningkatkan risiko kuku kaki yang tumbuh ke dalam dan cacat tulang lainnya. Misal seperti bunions, di mana tulang menonjol terbentuk pada sendi bagian bawah ibu jari kaki.

“Demikian juga, sepatu slip-on menyebabkan jari kaki mencengkeram agar sepatu tetap menempel di kaki dan juga bisa mengakibatkan gesekan yang meningkat di bagian belakang kaki tempat kaki keluar dan masuk sepatu,” jelas Dr Stevenson.

Sudah banyak contoh kasus penyakit pada kaki yang diakibatkan kebiasaan bersepatu tanpa kaus kaki. Misal, pada 2014 ada anak laki-laki 12 tahun yang nyawanya nyaris melayang gara-gara blister di kakinya memicu infeksi.

Sekalipun Anda berhasil bersepatu tanpa kaus kaki tanpa terluka, bakteri dan jamur yang berkembang di dalam sepatu masih dapat memicu masalah kesehatan lain.

Sebut saja, infeksi jamur yang disebut onychomycosis. Jamurnya benar-benar tak sedap dipandang, susah dihilangkan, dan dapat merusak kuku kaki.

Belum lagi soal bau kaki. Mekanisme tubuh untuk menjaga suhu tetap dingin akan memicu keluarnya keringat. Kaki yang berkeringat pasti berbau.

Jika Anda masih tetap ingin bergaya dengan sepatu tanpa mengenakan kaus kaki, cobalah cara-cara berikut agar terhindar dari penyakit kaki.

Pertama, semprot kaki menggunakan antiperspirant sebelum mengenakan sepatu. Lalu, hindari menggunakan sepatu yang sama setiap hari.

Beri waktu setidaknya 48 jam agar bagian dalam sepatu bisa benar-benar kering dari keringat. Anda bisa memakai kantung teh celup kering untuk menyerap sisa kelembapan di dalam sepatu.

Rajin-rajinlah mencuci dan mengeringkan kaki setelah bersepatu tanpa kaus kaki. Terakhir, hindari sepatu yang sakit saat digunakan.

Sayangnya, kebiasaan ini justru bisa memicu bau kaki. Diperjelas oleh Emma Stevenson, seorang dokter spesialis kesehatan kaki dari College of Podiatry, kaki manusia rata-rata berkeringat sekitar setengah liter per hari, seperti dilansir dari Reader’s Digest. Tanpa kaus kaki, keringat akan langsung menempel di sol bagian dalam sehingga menyebabkan sepatu menjadi lembap.

Kondisi sepatu yang lembap dan panas merupakan lingkungan yang sangat disukai oleh jamur untuk berkembang biak. Lama kelamaan, hal ini dapat memicu masalah bau kaki hingga kaki jamuran dan kutu air (athlete’s foot alias infeksi tinea pedis) yang bikin kaki terasa amat sangat gatal.

Selain gatal-gatal pada telapak dan sela-sela jari kaki, kutu air juga menyebabkan:
  • Kulit pecah-pecah di telapak kaki.
  • Gatal dan sensasi panas pada area yang terinfeksi.
  • Kulit kering dan kasar di bagian di jari dan telapak kaki.
  • Bintik luka berisi cairan (blister) pada kulit kaki, yang timbul akibat gesekan langsung dengan bahan sepatu.
  • Bentuk sepatu juga bisa menyebabkan timbulnya masalah kaki

Selain persoalan kaus kaki, berbagai gangguan pada kaki juga bisa timbul akibat bentuk sepatu yang Anda gunakan. Menurut Stevenson, sepatu yang memiliki ujung runcing dan sepatu slip-on paling banyak menyebabkan masalah pada kaki.

Anda mungkin pernah merasakan perihnya luka lecet saat pakai sepatu tertentu. Nah, hal ini biasanya disebabkan oleh bentuk sepatu yang Anda pakai. Sepatu yang ujungnya runcing dan terlalu sempit cenderung lebih mudah untuk menggesek bagian kaki dan tumit. Semakin banyak gesekan, semakin besar pula kemungkinan timbulnya luka lecet di bagian kaki.

Selain itu, tekanan akibat penggunaan sepatu yang sempit bisa menyebabkan kapalan dan kuku jari kaki masuk ke bawah, biasanya terjadi pada kuku jempol kaki.

Kebiasaan pakai sepatu tanpa kaus kaki juga bisa menyebabkan terbentuknya bunion. Bunion adalah benjolan bertulang yang terbentuk di dasar persendian jempol kaki akibat tulang jempol kaki yang bersandar menghimpit tulang jari telunjuk di sebelahnya.
Lantas, bagaimana cara mengatasi berbagai masalah kaki akibat jarang pakai kaus kaki?

Salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan kaki tentu dengan rajin pakai kaus kaki. Hal ini akan membuat Anda terhindar dari masalah bau kaki dan kaki lecet akibat gesekan langsung dengan permukaan sepatu.

Kalau Anda tetap bersikeras ingin pakai sepatu tanpa kaus kaki saat pergi ke luar rumah, para ahli merekomendasikan Anda untuk menyemprotkan antiperspiran pada telapak kaki dan sepatu sebelum menggunakannya. Selain itu, Anda juga bisa meletakkan kantong teh kering di dalam sepatu semalaman untuk menyerap udara lembap yang bisa memicu bau kaki.

Setelah seharian beraktivitas tanpa kaus kaki, segera cuci dan keringkan kaki Anda dengan bersih. Jangan lupa untuk menggosok sela-sela jari kaki hingga bersih dan pastikan tidak ada sisa-sisa kuman dan kotoran yang menempel.

Setelah itu, segera cuci sepatu Anda dan berikan waktu sekitar dua hari sampai sepatu Anda kering sempurna. Ini artinya, Anda tidak dianjurkan untuk memakai sepatu yang sama setiap hari. Sebaiknya gunakan sepatu lainnya yang tidak memiliki ujung runcing agar Anda merasa lebih nyaman saat beraktivitas. (Berbagai sumber)

Kucing Hamil: Ciri-Ciri, Lamanya, dan Tanda-Tanda Akan Melahirkan

By On October 19, 2019

Apa saja ciri-ciri kucing hamil dan akan melahirkan? Ada banyak tingkah dan pola yang dilakukan kucing ketika hamil dan akan melahirkan. Berikut ini ciri-ciri kucing hamil dan akan melahirkan.

Ciri-Ciri Kucing Hamil dan Akan Melahirkan


Masa Hamil Kucing

Ibu mengandung kita selama kurang lebih sembilan bulan. Apakah kucing juga mengandung selama sembilan bulan?

Ternyata, masa hamil kucing lebih sebentar dibanding manusia, teman-teman. Masa hamil kucing biasanya berlangsung antara 58-67 hari atau kurang lebih dua bulan.

Ciri ciri kucing hamil dan akan melahirkan

1. Perut membesar

Ciri ciri kucing hamil dan akan melahirkan yang pertama adalah perut membesar. Memang, butuh waktu tiga minggu untuk mengetahui kucing positif hamil atau tidak setelah dikawin. Tapi perut kucing akan kelihatan mulai membesar itu saat memasuki usia kehamilan 5 minggu. Selanjutnya, perut akan semakin membesar sampai waktu melahirkan.

Namun hal yang paling banyak mencolok ketika kucing hamil adalah mengalami perubahan bentuk fisik, seperti perut yang buncit dan tidak biasanya. Maka bisa dipastikan dalam kondisi seperti itu induk kucing sedang hamil.

2. Puting kucing menjadi lebih merah muda.

Ciri-ciri kucing hamil dan akan melahirkan yang kedua adalah puting kucing menjadi lebih merah muda. Perubahan selanjutnya adalah penampakan pada puting di bagian perutnya yang agak membesar dan berubah warna menjadi agak kemerahan. Jika kucing kamu sudah mengalami perubahan seperti ini, maka tandanya kucing kamu akan melahirkan 2 atau 3 minggu lagi. Siap-siap aja.

3. Sering muntah-muntah

Ciri ciri kucing hamil dan akan melahirkan yang ketiga adalah sering muntah-muntah. Sama seperti manusia, kucing yang sedang hamil juga sering mengalami muntah-muntah.

Namun, kucing muntah-muntah juga bukan karena hamil, bisa saja kucing kamu lagi sakit. Namun, muntah-muntah untuk kucing yang sedang hamil lebih ke muntah sesekali dan lama.

4. Bulu rontok

Ciri ciri kucing hamil dan akan melahirkan yang keempat adalah bulu rontok. Jika hal tersebut terjadi maka ada indikasi si kucing ini hamil. Biasanya kucing tersebut akan memiliki bulu yang gampang rontok dan sedikit agak menipis. Kerontokan saat kucing hamil ini disebabkan karena meningkatnya hormon kulit yang menyebabkan kulit mereka berminyak.

Tapi kamu enggak perlu khawatir, ini lebih tanda alami jika kucing hamil dan melahirkan mengalami bulu rontok. Tenang saja, fenomena ini mungkin sekitar 1 atau sampai 2 minggu lamanya terjadi.

5. Manja dan lebih lembut

Ciri-ciri kucing hamil dan akan melahirkan yang kelima adalah manja dan lebih lembut. Kucing yang hamil dan akan melahirkan akan bersifat manja dan lebih lambut. Si kucing akan tiba-tiba datang dan mengelilingi si pemiliknya, minta dielus-elus dan lemah lembut. Namun ada juga kucing hamil dan melahirkan kadang ada dari mereka yang terlihat gelisah dan menyendiri.

6. Nafsu makan meningkat

Ciri ciri kucing hamil dan akan melahirkan yang keenam adalah nafsu makan meningkat. Kucing yang sedang hamil nafsu makannya akan meningkat. Karena kucing yang sedang hamil butuh energi dan protein yang lebih dibanding kucing biasanya karena saat ini kucing sedang mengandung.

Hampir sama dengan manusia, kucing yang hamil dan akan melahirkan butuh energi yang dikeluarkan lebih banyak dan membuat ibu kucing cenderung nafsu makannya akan meningkat. Makanan yang banyak itu 20%-50%, dikonsumsi dibagi juga ke bayi kecil di dalam perut.

7. Lebih suka tidur dan sibuk cari tempat melahirkan

Ciri-ciri kucing hamil dan akan melahirkan yang ketujuh adalah lebih suka tidur dan banyak bersarang. Kucing yang sedang hamil dan melahirkan cenderung lebih sering untuk tidur, tapi bukan berarti kucing yang sering tidur itu sedang sakit walau mungkin iya tapi diperhatikan ciri-ciri kucing hamil yang lainnya.

Namun, jika sudah hamil tua biasanya kucing hamil dan akan melahirkan dalam waktu dekat, kucingmu akan mulai berjalan kesana kemari mencari tempat yang nyaman dan seperti menyiapkan tempat untuk menetap di situ untuk dia dan bayi-bayinya. Biasanya kucing akan mencari tempat yang sunyi dan membawa barang yang hangat seperti kain.

Sekali melahirkan, akan ada satu sampai enam anak kucing yang keluar dari perut ibu kucing.*

DNS Speedy Fiberhome Indihome Tercepat & Stablil Anti Lelet

By On June 19, 2019

DNS Speedy Fiberhome Indihome Tercepat & Stablil Anti Lelet
DNS Diagram (GettyImages/LiveWire.com).*
Domain Name System (DNS) Speedy Fiberhome Indihome Tercepat & Stablil Anti Lelet merupakan hal paling dicari pengguna internet pelanggan Telkom.

Pasalnya, kecepatan koneksi sangat dibutuhkan agar surfing, browsing, atau Googling berjalan lancar jaya tanpa hambatan.

Admin DetikStyle pernah bertanya via @TelkomCare soal DNS Speedy Fiberhome Indihome Tercepat & Stablil Anti Lelet ini. Jawabannya adalah sebagai berikut

Prefered DNS: 208.67.222.222
Alternate DNS: 208.67.220.220

Hasilnya? Sama saja!

Tes Kecepatan Koneksi Internet:
http://www.speedtest.net/

Hasil Googling, banyak yang berbagi kode DNS Speedy/Indihome tercepat dan stabil ini. Namun, semuanya gagal menaikkan kecepatan internet.

Tapi, siapa tahu, Anda mah berhasil menggunakan DNS berikut ini dan koneks internet Anda cepat dan stabil. Coba saja:

Kecepatan dan kestabilan DNS Speedy itu retatif menurut daerah masing-masing. Pihak Telkom sudah mengatur dan memilih DNS terbaik untuk pelanggannya menurut daerah pelanggan.

Daftar DNS Speedy Paling Cepat dan Stabil Berdasarkan Daerah


DNS Telkom Nasional

ns1.telkom.net.id = 203.130.196.6
ns2.telkom.net.id = 222.124.204.34
ns3.telkom.net.id = 202.134.1.5
dns1.telkom.net.id = 202.134.0.62
dns2.telkom.net.id = 222.124.18.62
202.134.1.7
125.160.14.189

DNS Speedy / IndiHome Jakarta

nsjkt1.telkom.net.id = 202.134.0.155
nsjkt2.telkom.net.id = 203.130.196.5
nsjkt3.telkom.net.id = 203.130.196.155
nsjkt4.telkom.net.id = 202.134.0.61
tmk.telkom.net.id = 125.160.2.226

DNS Speedy / IndiHome Bandung

nsbdg1.telkom.net.id = 202.134.2.5
222.124.204.34

DNS Speedy / IndiHome Semarang
nssmg1.telkom.net.id = 203.130.208.18

DNS Speedy / IndiHome Surabaya
nssby1.telkom.net.id = 202.134.1.10
nssby2.telkom.net.id = 125.160.4.82

DNS Speedy / IndiHome Batam
nsbtm1.telkom.net.id = 203.130.193.74
nsbtm2.telkom.net.id = 61.94.230.13

DNS Speedy / IndiHome Medan
nsmdn1.telkom.net.id = 203.130.206.250

DNS Speedy / IndiHome Denpasar Bali
nsdpr1.telkom.net.id = 61.94.192.12
nsdpr1.telkom.net.id = 125.160.2.34

DNS Speedy / IndiHome Makasar
125.160.2.162

DNS Speedy / IndiHome Balikpapan
203.130.209.242

Menggunakan Open DNS 

Open DNS adalah sebuah layanan resolusi Domain Name System (DNS) gratis yang tersedia untuk publik.

Open DNS sering memproses query jauh lebih cepat sehingga meningkatkan kecepatan pengambilan halaman. OpenDNS popler adalah Open DNS Google.

DNS Speedy Fiberhome Indihome Tercepat & Stablil Anti Lelet

Open DNS Google ini A free, global DNS resolution service that you can use as an alternative to your current DNS provider.

DNS Google:
IP addresses: 8.8.8.8 
DNS servers: 8.8.4.4

Bagaimana, Anda punya pengalaman atau pendapat lain tentang DNS Speedy Fiberhome Indihome Tercepat & Stablil Anti Lelet ini?

Cara Mengganti Template Blog

By On June 19, 2019

Berikut ini panduan cara mengganti template blog atau mengubah tampilan alias cara instal atau memasang template blogger.


Cara Mengganti Template Blog

Cara Mengganti Template Blog


1. SIAPKAN FILE TEMPLATE

Langkah pertama download dulu templatenya --berupa file dengan ekstensi .xml, misalnya detikstyle-template.xml atau cbstyle-template.xml

Jika hasil download berupa file .zip atau .rar, maka ekstrak (extrack) dulu file tersebut, dengan cara klik kalan dan ekstrak!

Cara Ekstrak file zip/rar

Cara Ekstrak file zip/rar


2. LOGIN
Tentu saja Anda harus LOGIN ke akun blogger dan masuk ke Dashbloard blogger. Di sinilah tempat ganti template, sebagaimana gambar berikut ini:

Cara Mengganti Template Blog


Langkah Mengganti Template Blogger:
1. Klik "Template"
2. Klik "Backup/Restore" atau "Cadangkan/Pulihkan"
3. Klik "Choose File" untuk mengambil file template blog (ekstensi .xml)
Klik "Upload"
4. Tunggu proses selesai. Jika ada error, ulangi lagi! Jangan menyerah... :)
5. Berdoa..... Selesai!

CARA GANTI TEMPLATE ALTERNATIF

Demikian Cara Mengganti Template Blog. Jika error terus-menerus, maka langkah berikut sebagai solusinya:

1. Klik Template > Edit HTML > HAPUS SEMUA kode yang ada
2. Buka file template dengan Notepad
3. COPY SEMUA file di Notepad tadi
4. PASTE di template blog yang sudah kosong tadi
5. Save Template!

Beres. Demikian;ah Cara Mengganti Template Blog.

Contact Form

Name

Email *

Message *