Hosting Unlimited Indonesia

HEADLINE NEWS

Rumah Youtuber Ferdian Paleka Digeruduk Massa Usai Bikin Prank

By On May 04, 2020

Rumah Youtuber Ferdian Paleka Digeruduk Massa Usai Bikin Prank
Nama Youtuber Ferdian Paleka trending topic di Twitter, Minggu (3/5/2020) hingga Senin.

Youtuber ini menjadi perbicangan waranet di Twitter dan Instagram karena membuat konten prank kepada transpuan dengan memberikan kardus sembako yang ternyata berisi sampah dan batu bata.

Rumah Ferdian di Kabupaten Bandung pun digeruduk massa. Warga marah karena ia dinilai merendahkan derajat manusia.

Akun Instagram Kabar Jabar mengunggah tiga foto yang menunjukkan rumah Ferdian di Kavling Bojong Koneng Indah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, digeruduk warga bersama polisi.

Satu unit mobil bak kepolisian pun terlihat di unggahan itu hendak mengangkut Ferdian. "Kabarnya doi gak ada di rumah alias kabur," tulis Kabar Jabar.

Prank Sampah dan Batu

Ferdian bersama dua temannya membuat prank dengan berkedok memberikan kardus yang dibilang berisi sembako untuk transpuan.

Tapi, kardus yang dibilang berisi sembako itu ternyata sengaja diisi sampah dan batu bata. Kardus sampah dan batu itu diletakkan di bagasi mobil.

"Jadi, kita akan mensurvei bencong di bulan puasa ada apa gak. Kita akan membagikan sembako bahan pangan yang isinya batu bata dan sampah. Kalau ada bencong, kardus-kardus ini kita bagi, kalau tidak ada, berarti kota ini aman akan waria," kata Ferdian bersama seorang temannya sebelum berangkat mencari korban.

Unggahan konten prank itu kemudian diunggah di akun Youtube Ferdian pada Minggu pagi, 3 Mei 2020, dan langsung menuai hujatan.

Netizen menilai aksi itu tidak terpuji dan merendahkan derajat manusia. Netizen beramai-ramai melaporkan konten itu hingga diturunkan oleh Youtube lantaran mengandung kebencian dan kekerasan.

"Cara lu nyari duit gak lucu gan ,doa gw semoga Allah membalikan derajat lu ke paling bawah& inget masih ada akhirat neraka menantimu," tulis Wahyu Prakoso.

"Dari dulu ni orang kontennya sampah semua, tambah lagi yang sedang viral ini bener-benar biadab ..," ucap Kirana Larasati.

Di dalam video itu, Ferdian menunjukkan dia merasa benar atas tindakannya yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan itu.

"Jadi kalian jangan hujat kita karena ini bulan Romadon, kita mau membantu pemerintah membersihkan sampah masyarakat," ucapnya.

Ferdian Paleka adalah Youtuber dengan subscriber tak sampai 100 ribu. Ia menemukan dua transpuan dan langsung memberikan dua kardus sampah dan bata yang diterima tanpa curiga.

Wajah bahagia dua transpuan itu saat mengira mendapatkan rezeki dari orang yang dikiranya baik. Sementara dari balik kaca mobil, Ferdian dan teman-temannya terlihat tertawa telah berhasil memperdaya transpuan itu.

Konten inilah yang mengundang kecaman dari netizen. Warganet beramai-ramai melaporkan konten ini hingga berhasil diturunkan oleh pihak Youtube.

Kecaman tak berhenti di situ. Konten Ferdian yang lain pun tak luput dari kecaman netizen.

Polwan Cantik Bripda Ismi Aisyah Curi Perhatian di Lokasi Ledakan Bom di Bandung

By On March 01, 2017

Polwan Cantik Bripda Ismi Aisyah Curi Perhatian di Lokasi Ledakan Bom di Bandung
Bandung -- Seorang polwan yang bertugas di lokasi ledakan bom di Kelurahan Arjuna, Cicendo Bandung, tiba-tiba menjadi viral di sosial media.


Namanya, Bripda Ismi Aisyah. Polwan cantik ini tertangkap kamera saat berada di lokasi ledakan.

Dengan cepat foto-foto Bripda Ismi tersebar dan di share banyak orang. Terlihat dalam foto, Ismi tengah berjalan sembari membawa kamera. 

Pasca ledakan di Bandung, yang viral malah foto-foto Bripda Ismi Aisyah yang bertugas di lapangan.

Selain foto menenteng kamera, terdapat juga polwan cantik itu saat memainkan handphone. 

Polwan cantik ini juga terlihat di samping Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charliyan ketika beliau turun langsung ke lokasi peledakan bom terjadi di Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo.

Pelaku bom telah dibekuk polisi. Pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi di kantor kelurahan Arjuna. Situasi saat ini di lokasi sudah aman. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan.

"Situasi di kelurahan Arjuna, Cicendo sudah aman terkendali. Pelaku sudah dilumpuhkan oleh , kondisi pegawai kelurahan juga sehat dan selamat,” kata Kapolda. (Sumber)

Berikut ini Foto Lain Bripda Ismi Aisyah yang beredar di media sosial:

Bripda Ismi Aisyah


Bripda Ismi Aisyah
Bripda Ismi Aisyah

Bripda Ismi Aisyah
Bripda Ismi Aisyah

Bripda Ismi Aisyah
Bripda Ismi Aisyah

Akun Anonim Media Sosial Bisa Dilacak Polisi

By On March 01, 2017

Akun Anonim Media Sosial Bisa Dilacak Polisi
POLISI menyatakan bisa melacak akun anonim, nama samaran, ataupun akun palsu di media sosial. Akun media sosal abal-abal itu biasanya menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian yang menyerang seseorang.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Fadil Imran mengatakan, akun anonim bisa dengan mudah dilacak. Namun, perlu waktu untuk menemukan siapa orang yang mengelola dan menjalankan akun tersebut.

"Bisa, tetap bisa dilacak. Cuma butuh teknologi dan waktu," kata Fadil, Senin (27/2/2017), dikutip Liputan6.

Dijelaskan, akun anonim ini kerap menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian (hate speech). Hanya saja, Fadil mengaku pihaknya tak bisa langsung bergerak menindak akun tersebut tanpa adanya laporan dari pihak yang merasa dirugikan.

"Tapi kalau sudah viral kita melakukan profiling atau penyelidikan," ucap Fadil.*

Media Sosial Sumber Utama Penyebaran Hoax

By On February 13, 2017

Media Sosial Sumber Utama Penyebaran Hoax
MEDIA SOSIAL merupakan sumber utama penyebaran berita bohong (hoax). Demikian hasil survei Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) yang dirilis Senin (13/2/2017).

Hasil survei secara online yang melibatkan 1,116 responden itu menunjukkan, sebanyak 92,40 persen hoax ditemui di media sosial.

Sebanyak 62,8 persen responden mengaku sering menerima hoax dari aplikasi pesan singkat, seperti Line, WhatsApp (WA), atau Telegram.

Saluran penyebaran hoax lainnya adalah situs web 34,9 persen, televisi 8,7 persen, media cetak 5 persen, email 3,1 persen dan radio 1,2 persen. 

Sebanyak 91,8 persen responden mengatakan, berita mengenai sosial-politik adalah jenis hoax yang paling sering ditemui dengan persentase di media sosial sebanyak 92,40 persen.

"Hoax sengaja dibuat untuk memengaruhi opini publik dan kian marak lantaran faktor stimulasi seperti Sosial Politik dan SARA. Hoax ini juga muncul karena biasanya masyarakat menyukai sesuatu yang heboh," ujar Ketua Umum Mastel, Kristiono, dikutip Tekno Liputan6.

Kristiono menilai, responden sudah cukup kritis karena mereka telah terbiasa memeriksa kebenaran berita. "Ini artinya sudah bagus. Tinggal bagaimana mencegah kelompok silent majority berpindah menjadi haters," tuturnya.*

Dibanjiri Informasi, Masyarakat Sedang Gagap Media

By On February 08, 2017

Dibanjiri Informasi, Masyarakat Sedang Gagap Media
Sebagai bangsa yang dibesarkan dengan budaya lisan, bukan budaya membaca, masyarakat Indonesia sedang gagap media ketika teknologi berupa gadget makin terjangkau dan melaluinya informasi datang membanjiri, termasuk berita-berita yang simpang siur dan hoax.

Demikian dikemukakan sosiolog dari Universitas Nasional Jakarta, Sigit Rochadi, Rabu (8/2/2017).

"Mereka mengalami kejutan budaya (cultural shock) seperti mengalami lompatan jauh dibanding kebutuhan. Informasi yang diterima berkali lipat lebih banyak dari yang dibutuhkan," katanya dikutip Berita Satu.

Dikemukakan, berbagai informasi termasuk hoax banyak diterima melalui media sosial (medsos). Medsos mempunyai ciri, tidak dikenal (anonimity), tak dilihat (invisibility), sering tidak sinkron dengan topik utama (acyncrhonicity), hanya permainan (disociative imagination), dan tidak ada yang punya otoritas lebih (minimizing authority).

Dengan ciri-ciri tadi maka pengguna medsos tidak mementingkan kebenaran, tetapi sensasi, kesenangan, kepuasan yang sifatnya sesaat.

"Karenanya, via medsos orang sesukanya menyampaikan apa saja yang ada di pikiran dan perasaannya masing-masing," tegasnya.

"Baru pada saat sekarang orang bisa menyampaikan apa saja secara bebas. Semua perasaan yang selama ini dipendam oleh generasi terdahulu, dapat dinyatakan secara terbuka tanpa beban," katanya.

Apa yang terpendam atau yang dahulu tabu itu antara lain terkait agama, suku atau ekonomi politik. “Maka begitu tersedia sarana langsung meledak,” katanya.

Menurut Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Ricardi S Adnan, saat ini masyarakat Indonesia sedang gegar budaya dengan adanya medsos. 

"Pemimpin harus memberikan contoh yang baik dan bukannya memanas-manasi situasi. Sebab saat ini medsos dipenuhi dengan isu-isu politik," katanya.

Ia menilai, media arus utama terlalu kaku dengan format yang dinilainya sudah kuno. Berita dari media arus utama cenderung telat sampainya dibandingkan medsos. Namun saat ini, tidak akan ditinggalkan sepenuhnya.*

Media Sosial Mengancam Profesionalisme Wartawan

By On February 06, 2017

Media Sosial Mengancam Profesionalisme Wartawan
MEDIA Sosial merupakan ancaman baru profesionalisme wartawan. Kehadiran dan perkembangan medsos membuat wartawan malas menemui langsung narasumber guna mendapatkan informasi akuat.

Demikian dikemukakan Direktur Riset dan Komunikasi Publik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Agus Sudibyo, dalam pelatihan Peningkatan Profesionalisme Wartawan di Hotel The Natsepa, Ambon, Minggu (5/2/17).

Menurutnya, saat ini media sosial dapat mengubah cara kerja wartawan sehingga profesionalisme wartawan dengan sendirinya bisa hilang.

"Saat ini kehadiran media sosial, membuat wartawan dinina bobokkan. Wartawan lebih mudah untuk konfirmasi berita ke narasumber. Padahal, biar lebih aktual upayakan temui narasumber, ” jelasnya dikutip Fajar.

Agus menerangkan, lebih mudahnya mengakses medsos, bisa berdampak positif dan negatif kepada semua orang. Khusus negatifnya, banyak orang-orang yang menjadikan medsos itu sebagai wadah menyebar luaskan unformasi bersifat mencemarkan nama dan SARA.

"Begitupula dengan wartawan. Mereka harus berhati-hati menyebar luaskan berita melalui medsos. Jangan sampai melanggar undang- undang ITE”, harapnya.

Agus juga menuturkan, politik saat ini semakin terpuruk. Karena saat ini banyak pemilik media yang terjung berpolitik. Hal itu bukan hanya terjadi di Jakarta, melainkan di kota-kota lainnya di Indonesia.

“Di daerah lain juga demikian. Ini bukan hanya menjadi permasalahan pada pemilik media. Namun juga pada wartawannya. Bisa saja wartawan di media menjadi tim sukses, baik secara langsung maupun sembunyi-sembunyi, ” tuturnya.*

Hoax Melimpah Akibat Literasi Media Masyarakat Rendah

By On February 01, 2017

Hoax Melimpah Akibat Literasi Media Masyarakat Rendah
HOAX atau berita palsu (fake news) berkembang pesat belakangan ini salah satu faktornya adalah akibat rendahnya literasi media masyarakat. Peredaran hoax atau berita bohong akan berhenti jika publik cerdas dalam menyaring berita atau informasi.

Demikian dikemukakan pengamat media sosial dan teknologi informasi Nukman Luthfie di Jakarta, Jumat (27/1/2017).

"Kuncinya adalah literasi dan kecerdasan masyarakat dalam menyaring berita atau informasi. Selama ini masyarakat kita tidak biasa kritis dan kesannya gampang menelan konten apa pun di media dan medsos, termasuk konten yang tidak berdasar," ujarnya dikutip Antara.

Menurut Nukman, rendahnya literasi media masyarakat dipengaruhi banyak faktor, di antaranya kecenderungan hanya membaca judul tanpa melihat, apalagi memahami isi berita. Dalam statistik sebuah lembaga, hampir 40% konten atau link berita di medsos tidak pernah dibuka.

Padahal, sebagian besar konten hoax itu judulnya pasti bombastis, sedangkan isinya tidak ada apa-apanya. Fakta inilah yang menjadi salah satu cikal bakal hoax.

"Yang membahayakan itu ketika judul-judul yang tidak benar itu terus menyebar dan orang yang menerima setuju terus menyebarkan lagi. Bisa dibayangkan betapa besar dampak hoax tersebut," ucap Nukman.

Nukman menyarankan kepada siapa pun yang menggunakan medsos untuk lebih cerdas dan arif ketika menerima informasi atau berita.

"Baca lebih dulu isi berita sebelum menyebarkan. Selain itu, juga harus cek ricek tentang sumber berita tersebut," ujarnya.

Ia menegaskan, sikap hati-hati diperlukan dalam menyikapi berita dan informasi di media sosial karena ada pihak yang sengaja menyebarkan hoax untuk kepentingan tertentu, termasuk kepentingan politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. (Bisnis).*

Cara Kerja Pembuat dan Penyebaran Hoax di Media Sosial

By On January 19, 2017

HOAX atau berita bohong menjadi hot issue di Indonesia. Pemerintah sudah memblokir ribuan situs yang dianggap penyebar hoax.

Hoax muncul akibat ketidakjelasan sebuah informasi, terutama menyangkut kebijakan pemerintah. Isu hoax mengemuka sejak munculnya informasi serbuan 10 juta tenaga asing asal China ke Indonesia.

Perang opini di media sosial juga menyuburkan hoax. Diyakini ada pasukan siber bayaran yang bertugas membuat dan menyebarkan hoax guna menggiring atau membentuk opini publik.

Bagaimana cara kerja pembuat dan penyebaran hoax? Infografis yang beredar di media sosial berikut ini menjelaskannya:

Cara Kerja Pembuat dan Penyebaran Hoax di Media Sosial

Tips Hemat Kuota Data Internet Saat Tonton Video di HP

By On January 18, 2017

Tips Hemat Kuota Data Internet Saat Tonton Video di HP
Tips Hemat Kuota Data Internet Saat Tonton Video di HP, SmartPhone, Android

PEMUTARAN video mengonsumsi data internet paling besar dibandingkan konten lain seperti teks dan foto.

Apalagi jika setting layanan media sosial, semacam Facebook, Instagram, dan Twitter, memutar video secara otomatis (autoplay).

Guna menghemat kuota internet Anda, penyetelan menjadi tidak otomatis diputar (off) wajib dilakukan. 

Facebook, Instagram, dan Twitter punya pengaturan berbeda-beda untuk menyetop autoplay.

Video Facebook
Untuk pengguna iPhone, cara menyetop autoplay cukup dengan menekan ikon menu burger (tiga garis menumpuk) pada sisi kanan bawah antarmuka aplikasi Facebook.

Pilih "Settings" lalu "Account Settings". Gulir layar ke bawah hingga Anda menemukan pilihan "Videos and Photos". Temukan opsi "Autoplay" dan klik "Never Autoplay Videos".

Opera Max – Data ManagerAnda juga bisa gunakan Opera Max – Data manager untuk menghemat kuota saat menonton video:
  1. Download Aplikasi Opera Max – Data manager di Play Store 
  2. Install dan jalankan aplikasi Opera Max – Data manager
  3. Saat Anda masuk ke halaman awal aplikasi Opera Max – Data manager, maka fitur hemat paket data akan aktif secara otomatis
Dengan aplikasi Opera Max, maka kuota paket data akan lebih hemat hingga 50 persen dibandingkan streaming melalui aplikasi Youtube atau browser biasa.*

Pemerintah Panik, Pembuat Hoax Terbaik Justru Penguasa

By On January 18, 2017

Hoax Bikin Pemerintah Panik, Pembuat Hoax Terbaik Justru Penguasa
PEMERINTAH dinilai panik akibat menggejalanya informasi palsu atau berita bohong (hoax). Namun, justru sebenarnya penguasalah yang merupakan pembuat hoax terbaik.

Demikian dikemukakan dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Rocky Gerung, dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) bertema Hoax di TVOne, Selasa (17/1/2017).

"Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebenarnya,” katanya.

Menurut Rocky, rezim saat ini semacam ingin mengendalikan kebenaran sesuai dengan standarnya. Dia pun mencurigai ada kebohongan yang disembunyikan dalam upaya keras pemerintah melawan hoax. 

“Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan,” kata Rocky.

Ia menilai, pembuat berita bohong terbaik adalah pemerintah yang sedang berkuasa. "Pembuat hoax terbaik adalah penguasa," katanya. 

Alasannya, penguasa memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. Intelijen, kata dia, pemerintah punya, begitupun data statistik dan media. "Tapi itu faktanya. Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna,” kata Rocky dikutip Republika Online.

Pernyataan Rocky secara lebih lengkap beredar di media sosial, termasuk Facebook dan Youtube. Berikut ini transkrip atau kutipan penrnyataan selengkapnya yang menjadi viral di media sosial Facebook.

1. Rezim ini sedang panik

“Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebenarnya.”

2. Presiden menyebar hoax

“Sore tadi saya baca, Pak Jokowi bilang, ‘Jangan membaca Jokowi Undercover karena buku itu tidak ilmiah’. Saya anggap itu hoax,” kata Rocky disambut tawa sebagian peserta ILC.

“Karena yang ngomong itu adalah presiden, memberi penilaian pada buku tidak ilmiah. Tentu kita bisa bikin secaman simulasi dari mana Pak Jokowi tahu. O, pasti kalau ada wartawan tanya dia akan bilang, ‘kata Pak Tito. Kapolri’ Lho, Pak Tito rektor UI atau rektor ITB itu?,” kembali peserta ILC tertawa.

“Jadi Anda lihat bahwa, bahkan presiden menyebar hoax itu. Dari sudut pandang definisi lho,” tegas Rocky disambut tepuk tangan.

Menurutnya, yang berhak menentukan suatu buku ilmiah atau tidak adalah kampus. Sementara buku tersebut justru dilarang dibahas di kampus untuk mengetahui ilmiah atau tidaknya.

3. Rezim yang mengendalikan kebenaran artinya ada kebohongan yang disembunyikan

“Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan,” kata Rocky setelah membahas Presiden menyebar hoax.

4. Pembuat hoax terbaik adalah penguasa

“Pembuat hoax terbaik adalah penguasa. Karena mereka memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. Intelijen dia punya, data statistik dia punya, media dia punya. Orang marah. Tapi itu faktanya. Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna. Saya tidak ingin dia berbohong tapi potentially dia bisa lakukan itu,” kembali tepuk tangan meriah mengiringi pernyataan Rocky.

5. Contoh Hoax Ahok

“Saya kasih contoh cepat-cepat bagaimana statistik berbohong. Kemarin di dalam debat Pilgub DKI, Pak Ahok bilang begini, saya baca tadi di media, ‘Jakarta human development index-nya tertinggi se-Indonesia. 2 tahun berturut-turut.’ Oleh karena itu dia dapat award empat kali. Sebagai fakta benar, tetapi sebagai pesan politik, itu adalah hoax. Karena nggak ada gunanya menyebut itu karena sejak 10 tahun lalu, 15 tahun lalu, Jakarta selalu di atas memang. Karena ibukota. Dengan APBN (APBD, red) 27 triliun,” kata Rocky juga disambut tepuk tangan.

Baca Juga: Situs Diduga Penyebar Hoax Harus Diuji Publik Sebelum Diblokir

Badan Cyber Nasional Pantau 'Chatting' dan Media Sosial

By On January 04, 2017

Badan Cyber Nasional Pantau 'Chatting' dan Media Sosial
PEMERINTAH segera membentuk Badan Cyber Nasional (BCN). Badan "intelijen" ini antara lain bertugas memantau aktivitas bincang-bincang (chatting) di media sosial, khususnya yang terkait dengan radikalisme dan berita palsu (hoax).

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, rencana pembentukan BCN ini paling lambat direalisasikan dalam satu bulan ke depan. 

Disebutkan, ada beberapa konten yang akan menjadi fokus pengamanan lembaga tersebut, antara lain adalah media sosial dan media privat, macam aktivitas bincang-bincang.

”Yang kami fokuskan itu untuk pengamanan yang media sosial. Media sosial ini rawan diakses semua orang. Kalau yang privat kita hanya pantau, kan tidak mau juga orang merasa dikejar hal-hal pribadinya," kata Rudiantara, Selasa (3/1/2017), dikutip CNN Indonesia.

Menkopolhukam Wiranto menyebutkan tingginya pengguna Internet saat ini ternyata telah meningkatkan penyebaran isu-isu radikalisme yang mengarah pada fitnah dan pelecehan.

Pemerintah merencanakan pembentukan BCN sejak dua tahun lalu, namun batal dibentuk demi penghematan anggaran. Sebagai gantinya, tugas lembaga ini dialihkan ke lembaga yang sudah ada, yakni Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).

Wacana pembentukan BCN kembali mencuat setelah maraknya hoax di media sosial, terutama dipicu oleh rumor pekerja China yang menyerbu Indonesia, yang membuat gerah pemerintah.*

Terlalu Lama Buka Facebook Bisa Membuat Anda Menderita

By On December 26, 2016

Terlalu Lama Buka Facebook Bisa Membuat Anda Menderita
Terlalu banyak menghabiskan waktu di Facebook, dengan melihat foto-foto pasangan yang bahagia atau foto-foto liburan, bisa membuat Anda menderita.

Demikian menurut hasil penelitian terbaru yang dilansir BBC Indonesia. Menurut tim peneliti di Universitas Copenhagen, Denmark, penggunaan media sosial secara berlebihan bisa memicu rasa cemburu.

Hasil kajian yang melibatkan 1.300 responden --sebagian besar perempuan-- ini diterbitkan di jurnal Cyberpsychology, Behaviour, and Social Networking.

"Memakai media sosial seperti Facebook secara terus-menerus bisa berdampak negatif terhadap kondisi emosional Anda," kata peneliti.

"Pemakaian yang berlebihan juga bisa membuat Anda merasa tidak puas dengan apa yang Anda punya saat ini."

Terlalu lama membuka Facebook bisa memunculkan perasaan negatif setelah membaca update atau melihat foto-foto di Facebook. Para pakar mengatakan, hal itu disebabkan oleh yang disebut sebagi 'perbandingan sosial yang tidak realistis'.

Para peneliti menyarankan untuk lebih aktif berkomunikasi dengan para pengguna lain di media sosial. Ini jauh lebih baik daripada hanya 'memelototi foto-foto tanpa bertegur sapa dengan pengguna lain'.

Cara lain adalah dengan berhenti sama sekali memakai media sosial, misalnya selama satu pekan, yang lebih sering disebut sebagai detoks digital, memutus sama sekali 'keterkaitan dengan Facebook, Twitter, dan sejenisnya'.

Hasil survei terbaru tentang Facebook ini memperkuat hasil studi sebelumnya, terutama dalam hal merasa diri tidak seberuntung atau sebahagia teman di Facebook.

Facebooker memang umumnya mengungagah status atau foto-foto mereka dalam keadaan bahagia, senang, dan bahkan pamer kekayaan dan kecantikan atau ketampanan.*

Sopir Bus dan Kemenhub Komentari Om Telolet Om

By On December 24, 2016

Sopir Bus dan Kemenhub Komentari Om Telolet Om
OM TELOLET OM mendunia. Meski sudah mulai mereda, namun komentar sejumlah sopir bis berikut ini layak disimak.

Dilansir CNN Indonesia, Kamis (22/10/2016), sejumlah sopir bus memberikan komentar soal Om Telolet Om ini.

Salah satu sopir bus, Saimin, mengatakan, suara klason bus "telolet" memang dinanti oleh para pemburunya di sepanjang jalurnya menuju Solo, Wonogiri, dan Purwantoro.

"Walah mas, sekarang itu tidak cuma bocah cilik. Ibu-ibu saja udah pada minta bunyiin di pinggir jalan pakai karton ditulis. Terus orang yang naik motor juga pada minta kalau bus pada lewat," ujarnya.

Menurutnya, permintaan membunyikan telolet atau 'Om Telolet Om' tidak hanya di sepanjang jalur trayeknya, melainkan juga di terminal masing-masing kota yang disinggahi, yakni Terminal Krisak, Wonogiri, dan lainnya.

Karena menyenangkan bagi anak-anak, situasi tersebut juga sempat dimanfaatkan oleh sebagian supir bus. Seorang operator bus Gajah Mungkur, sempat memberikan syarat kepada anak-anak agar mau membunyikan klakson.

"Teman saya, orang Gajah Mungkur. Suruh anak-anak itu joget-joget dulu baru dibunyiin klaksonnya. Ya, mereka akhirnya pada joget," ujar salah seorang operator lain menimpali.

Sopir bus Sinar Jaya, Priyanto, menjelaskan, demam meminta suara telolelet kepada bus yang melintas sudah terasa sejak tahun lalu. Namun, baru benar-benar dirasa pada penghujung tahun ini.

Ia mengaku sudah biasa menuruti permintaan para pemburu suara telolet dalam perjalanan dengan menekan beberapa tombol dekat kemudinya.

Menurutnya, klakson variasi itu sudah banyak ditemui sejak 2014 lalu di bengkel-bengkel variasi klakson bus.

Di pihak lain, pihak Kementerian Perhubungan mengimbau kepada operator bus untuk tidak menuruti permintaan pemburu telolet.

Menteri Perhubungan tidak pernah melarang Bus Gunakan klakson Tolalet. Menhub menghimbau supir tidak menuruti permintaan membunyikan klakson di jalan yang membayakan keselamatan pemburu klakson.

Imbauan tersebut karena cara yang dilakukan pemburu telolet terkesan membahayakan. Dari mengejar bus, hingga masuk tol.

Sopir bus jurusan Yogyakarta-Semarang, Joko Sentosa, mengaku telah memasang klakson telolet sejak dua bulan lalu. Sebelumnya, ia hanya menggunakan klakson biasa.

"Saya pasang dua bulan yang lalu. Saya beli rangkaiannya terus saya pasang. ya biar ramai saja suara klaksonnya. Suaranya juga lucu kok,” tutur Joko di terminal Jombor, Sleman, DIY, speerti dilansir merdeka.com.
Menurutnya, fenomena pemburu telolet sudah ada sejak beberapa bulan belakangan. Namun, baru sebulan terakhir ini menjadi sangat ramai. Ia mengaku, kebanyakan pemburu telolet yang ditemuinya adalah anak muda dan anak-anak kecil.

Joko merasa tak keberatan untuk membunyikan klakson bersuara unik tersebut ketika ada segerombolan anak kecil yang memintanya. Bahkan, ia merasa bahagia dan teringat anaknya dirumah ketika anak-anak kecil tersebut gembira hingga berjingkrak-jingkrak karena suara klaksonnya.

Tak berbeda jauh dengan Joko, Suprapto (46) yang juga berprofesi sebagai supir bus mengaku tak keberatan untuk membunyikan klaksonnya ketika melihat gerombolan anak-anak di jalan.

Namun, ia kadang juga merasa cemas karena para bocah ini melambaikan tangan mereka, sedangkan bus yang ia kemudikan melaju dengan kencang. Ia khawatir mereka tersambar bus. Oleh karena itu, ia sering menjauhkan laju busnya dari trotoar ketika menemui pemburu telolet.

OM TELOLET OM!!!

Cara Membuat Status Facebook dengan Background Warna

By On December 24, 2016

Cara Membuat Status Facebook dengan Background Warna
DALAM seminggu terakhir ini kita mulai akrab dengan status update Facebook dengan latar (background) berwarna.

Teks update status di Facebook jadinya tak melulu berwarna putih sebagaimana sebelumnya. Latar belakangnya kini bisa diimbuhi dengan aneka warna, sehingga tampil lebih bervariasi.

Cara Membuat Status Facebook dengan Background Warna sangat mudah. Facebooker atau pengguna Facebook cukup memperbarui aplikasi Facebook ke versi teranyar (versi 106.0.0.26.68 untuk Android), lalu mulai menulis sesuatu di kolom status (What’s on your mind).

Aplikasi kemudian akan menampilkan pilihan warna yang bisa dijadikan latar belakang status, berupa lingkaran-lingkaran kecil di bagian bawah seperti bisa dilihat dalam gambar di samping.

Total terdapat tujuh macam warna yang bisa dipilih, mulai dari kuning, gradasi ungu, hingga abu-abu.

Pilihan-pilihan warna tersebut agaknya ditujukan untuk memperkuat mood dalam status pengguna, seperti sedang merasa senang (kuning) atau muram (abu-abu).

Hasil akhirnya tampak sedikit berbeda dari update status biasa, dengan teks tebal berwarna putih di atas background warna berbentuk persegi panjang. 

Cara Membuat Status Facebook dengan Background Warna 

  1. Buka aplikasi Facebook di Smartphone / HP Android
  2. Tekan tulisan“What’s on your mind?” atau area kosongnya 
  3. Secara otomatis akan muncul pemilihan warna untuk backgroud dari status yang akan dibuat.
  4. Pilih warna latar dan mulai menuliskan status update.

Warna yang ditampilkan bermacam-macam, mulai dari putih, kuning, oranye gradasi, merah, hijau biru gradasi, biru, ungu gradasi, dan hitam.

Anda dapat memilih warna background sesuai selera dan tinggal mengetik status yang diinginkan. Hasilnya, Anda akan melihat status dengan huruf yang tebal dan warna background yang menarik.

VIDEO UPDATE STATUS FACEBOOK WARNA LATAR


Demikian Cara Membuat Status Facebook dengan Background Warna.*

Lebay !!! Om Telolet Om Disebut Pendangkalan Akidah...

By On December 23, 2016

Lebay !!! Om Telolet Om Disebut Pendangkalan Akidah...

DEMAM Om Telolet Om melanda dunia. Fenomena unik namun positif di tengah penatnya isu penistaan agama dan terorisme.

Namun, ada yang LEBAY. Om Telolet Om dikait-kaitkan dengan agama (akidah). Seperti muncul di media sosial, disebutkan, Om Telolet Om itu artinya "Tuhan" dan "Terompet". Om adalah Tuhan dalam agama Hindu. Telolet disebut sinonimnya Terompet.

Bahkan, ada yang menyebutkan, Om Telolet Om artinya "Aku Yahudi!". Lebay!

Om itu sebutan untuk paman atau orang yang lebih tua. Telolet adalah suara klakson bus. Itu saja. Sesederhana itu.

Jadi, jangan lebay deh! Jangan usuk kegirangan publik yang tidak mengusik ketentraman dan tidak menistakan apa pun! Om Telolet Om tidak berarti apa-apa selain SUARA KLAKSON BUS!!!

Ini dia postingan LEBAY soal Om Telolet Om.

Bahkan, ada juga HOAX yang entah dari mana, menyebutkan: "Stop berbicara "Om telolet Om", semua ini hanya akal-akalan tokoh yahudi (Nelsen Mandela) yang di populerkan pada 20SM yang berarti "setan adalah segalanya" jangan mau di bodohi dengan trend"

Bahkan, sekadar tambahan, ada lagi yang LEBAY dengan menyamakan sepeda motor dengan SALIB. Halah....! Please deh...!!!

Lebay !!! Om Telolet Om Disebut Pendangkalan Akidah...
Lebay !!! Om Telolet Om Disebut Pendangkalan Akidah...

Lebay !!! Om Telolet Om Disebut Pendangkalan Akidah...
Lebay !!! Om Telolet Om Disebut Pendangkalan Akidah...
Lebay !!! Sepeda Motor Diasosiasikan Salib
Lebay !!! Sepeda Motor Diasosiasikan Salib
Lebay !!! Om Telolet Om Disebut Pendangkalan Akidah...! Kalo sudah begini, ujung-ujungnya nanti umat Islam lagi yang disalahkan: INTOLERAN! Please deh, JANGAN LEBAY !!!

Mari kita ceria bersama.... OM TELOLET OM...!!!!

"Om Telolet Om" Jadi Juara di Trending Topic Dunia

By On December 21, 2016

"Om Telolet Om" Jadi Juara di Trending Topic Dunia
"Om Telolet Om" Jadi Juara di Trending Topic Dunia. Ilustrasi: Merdeka.com
"Om Telolet Om" Jadi Juara di Trending Topic Dunia. Telolet adalah suara klakson bus. Tambahkan "om" sehingga menjadi  "Om Tolelot Om" berasal dari teriakan kepad sopir bus untuk membunyikan klasonnya.

Kini banyak anak-anak, remaja, dan dewasa rela menunggu di pinggir jalan untuk menunggu bus lewat kemudian meminta dgn cara berteriak sembari memberi kode kepada supir bus agar membunyikan "TELOLET". Bahkan ada yang datang ke terminal bus hanya untuk minta sopir bus membunyikan klakson: Om Telolet Om!

Jadi, 'Om telolet om' adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik. "Telolet telolet," begitu bunyinya.

'Om telolet om' mendadak jadi populer sejak Selasa (20/12/2016) malam, setelah berbagai DJ terkenal mencuitkannya. 

Tapi sebelum itu, video-video lucu memperlihatkan orang-orang dewasa meminta 'telolet' ke supir bus sudah lebih dulu viral di Facebook.Tampaknya ada tren 'telolet challenge' dan 'demam telolet' yang sudah beberapa pekan menggerilya dari satu akun ke akun lain.

Dalam video-video yang memancing tawa itu, terlihat ekspresi kegembiraan tersendiri ketika Anda berhasil meminta supir membunyikan klakson dengan lambaian tangan dan teriakan, "Om telolet ommmmmm!" beramai-ramai.

Dilansir BBC Indonesia, tak ada yang bisa lepas dari jeratan 'om tolelot om', bahkan Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat tak lepas dari serbuan orang-orang yang memintanya membunyikan klakson bus.

Fenomena "om telolet om" semakin mewabah pasca-dibicarakan selebritas dunia di Twitter. Mulanya, DJ Snake dan Zedd yang mengicaukannya, lalu disusul rekan-rekan sesama DJ seperti Hardwell dan Martin Garrix.

Menurut pantauan KompasTekno, Rabu (21/12/2016) siang, sebanyak 637.000-an kicauan menggunakan kata kunci "om telolet om" di mikroblog berlogo burung itu.

Alhasil, Twitter menempatkan "om telolet om" sebagai topik terpopuler untuk cakupan dunia atau disebut Trending Topic (TT) Worldwide.

TT wilayah Indonesia sebenarnya sudah menampilkan "om telolet om" di urutan pertama sejak Rabu pagi. Namun, saat ini justru "om telolet om" sudah lengser dari 10 daftar TT Indonesia.

Wabah "om telolet om" justru makin menjadi-jadi di cakupan global, mulai dari yang yang masih bertanya-tanya apa maksud dari "om telolet om", memberi jawaban bahwa "om telolet om" adalah guyonan Indonesia yang menjadi viral, hingga mereka yang beropini soal "om telolet om", bahkan meresponsnya dengan karya.

Di Indonesia sendiri, fenomena tersebut sudah mewabah sejak beberapa bulan lalu di internet. Mulanya, video-video "om telolet om" ramai dibagikan di Facebook. Video itu direkam oleh seseorang yang melihat kegirangan anak-anak di pinggir jalan menanti datangnya bus antar-kota.

Bunyi yang seakan menyebut kata "telolet" sendiri tak lain adalah bunyi klakson bus antar-kota. Anak-anak meminta si sopir bus mengeluarkan bunyi "telolet" ketika melintas.

Maka dari itu, ujung-ujungnya fenomena ini disebut "om telolet om", mencontohkan permintaan anak-anak ke sopir.

Pengunggah video "om telolet om" hendak menyampaikan bahwa kebahagiaan bisa muncul dari hal-hal sederhana. Lama-kelamaan, banyak versi video "om telolet om" yang muncul dan jadi guyonan.

VIDEO OM TELOLET OM !!!


Ada ada saja ya? But, yang ini just for FUN! Kita memang butuh hiburan segar dan sederhana, biar gak mumet ngurusin berbagai isu berat, mulai soal penistaan agama, kebhinekaan, NKRI, uang rupiah baru, hingga terorisme. 

Jadi...? Katakan saja: "Om Telolet Om" !!! ☺☝

Google dan Facebook Panen Laba, Media Lokal Kolaps

By On December 18, 2016

Google dan Facebook Panen Laba, Media Lokal Kolaps
REVOLUSI Digital atau media internet hanya menguntungkan beberapa pihak, yakni raksasa media global seperti Google, Facebook, Twitter, dan Yahoo. Di pihak lain, yakni media lokal di Indonesia, mengalami turbulensi. Delapan media cetak bahkan berhenti terbit.

Demikian dikemukakan mantan anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo, dalam sebuah diskusi  di Jakarta, Sabtu (17/12/2016).

"Raksasa global teknologi mengambil keuntungan besar dan menimbulkan efek terhadap media dan informasi secara umum,” katanya dikutip rmol.co.
Menurut Agus, mayoritas media global hanya sebagai news aggregator, yaitu menghimpun informasi dari berbagai pihak tanpa harus memproduksi. Sedangkan media-media lokal harus memproduksi berita dan informasi yang tentunya membutuhkan sumber daya yang besar.

Karenanya, Agus menegaskan, asosiasi-asosiasi media harus bersikap. Karena media-media lokal semakin tergerus keberadannya. “Media mainstream di Indonesia sedang dalam kondisi yang memprihatinkan,” tegasnya.

Agus juga menyebutkan salah satunya adalah ada delapan media cetak per 1 Desember 2016 yang tidak berproduksi lagi. “Delapan media cetak pamit kepada pembacanya,” kata dia.

Ia menegaskan, harus ada perlindungan pemerintah untuk media-media lokal Indonesia. Proteksi terhadap media dalam negeri melalui undang-undang teramat penting. Pasalnya, negara lain pun menyadari akan hal itu, seperti India, Korea, Argentina, Brasil, dan Uni Eropa. 
"Semangatnya bukan untuk menolak Google, Facebook, dan sebagainya. Melainkan ada langkah-langkah rill di level kebijakan untuk melindungi industri media konvensional," jelasnya.

Di India, lanjutnya, pemerintah bahkan memberikan subsidi kertas bagi media cetak dalam jumlah yang tidak bisa dibilang sedikit. Upaya pemerintah India tersebut sebagai suatu bentuk kesadaran pemerintah bahwa media konvensional tidak bisa digantikan fungsinya oleh media sosial.

"Sebagai sarana kontrol dan sebagainya, media konvensional termasuk radio belum bisa tergantikan. Oleh karenanya negara hadir," tegasnya.

Agus berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komisi I DPR, Komisi Penyiaran Indonesia serta pemangku kepentingan media lainnya membuat sebuah undang-undang demi menjaga media mainstream nasional dari ekspansi Google dan media sosial lainnya.

"Kita tidak mungkin menolak Google dan sebagainya. Tapi kita harus mempunyai sikap untuk kemudian industri media hiburan nasional tetap bisa eksis," imbuhnya.*

Dikabarkan Sebut Penangkapan Teroris Pengalihan Isu, Eko Patrio Diperiksa Polisi

By On December 16, 2016

Sebut Penangkapan Teroris di Bintara Bekasi Pengalihan, Eko Patrio Diperiksa Polisi
Anggota DPR RI Fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, diperiksa Bareskrim Polri, Jumat (16/12/2016), karena dikabarkan menyebut penangkapan teroris di Bintara Bekasi merupakan pengalihan kasus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Agus Andrianto, Eko Patrio diundang untuk mengklarifikasi atas laporan dugaan tindak pidana Kejahatan terhadap Penguasa Umum dan atau UU ITE.

Undangan terhadap Eko Patrio dilayangkan Kamis 15 Desember 2016.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LPI1233/Xll/2016/Bareskrim, tanggal 14 Desember 2016, Eko dilaporkan seseorang bernama Sofyan Armawan tentang dugaan tindak pidana Kejahatan terhadap Penguasa Umum dan atau UU ITE, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207 KUHP dan atau UU No. 19 tahun 2016 perubahan dari UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE, atas nama Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Kombes Rikwanto membenarkan adanya laporan tersebut.

Eko dikabarkan sejumlah media online mengunggah tulisan di akun Twitter miliknya yang menyatakan kasus bom panci di Bekasi hanya pengalihan isu dari kasus Ahok.

Usai memenuhi undangan Bareskrim Polri, Eko bersama tim kuasa hukumnya memberikan klarifikasi. Ia mengaku malam hari ada berita online yang membuat berita tentang status yang disbeutkan diunggahnya di Twitter.

Padahal, Eko menegaskan, dirinya saat ini hanya punya akun Instagram, tidak punya akun Twitter ataupun Facebook.

Eko mengatakan dirinya merasa difitnah. "Akhirnya yang dirugikan bukan saya, tapi juga kepolisian dan teman-teman lain tersakiti. Ini bagian fitnah dan zalim," ucap Eko Patrio dikutip liputan6.com.

Akibat perilaku yang dianggap fitnah itu, Eko Patrio merasa perlu melakukan pelaporan pada pihak berwajib. 

"Kami datang ke mari untuk membuat laporan. Nantinya ditelusuri mana yang mengarang bebas. Dan saya yakin polisi akan menangani dengan baik," imbuhnya.

Eko belum mengisi berkas pelaporan dan memberi kesempatan pada ketujuh media online yang diduga memuat berita yang merugikannya untuk melakukan klarifikasi. Eko menyatakan dirinya tidak diwawancara oleh media-media tersebut.

"Saya perlu mengklarifikasi dan membuat laporan untuk menelusuri pihak mana yang mengarang bebas dan kami berikan jangka waktu 1x24 jam kepada tujuh media online untuk klarifikasi dengan pemberitaannya," ucap Eko.

Eko mengaku tidak pernah diwawancara secara langsung atau secara khusus, baik itu melalui telepon maupun wawancara tatap muka. "Jadi tidak pernah ada topik sebagaimana yang ada di media online tersebut," kata Eko.

"Jujur saja, saya nggak niat melaporkan. Karena saya datang dari media juga. Tapi ini sudah meresahkan dan mencoreng kepolisian," ujarnya. (liputan6/merdeka/sindonews).*

Duduk Perkara Dora Natalia vs Aiptu Sutisna: Teguran dan Kunci Mobil

By On December 15, 2016

Duduk Perkara Dora Natalia vs Aiptu Sutisna: Teguran dan Kunci Mobil
SEBUAH video berisi drama "penyerangan" wanita berjilbab, Dora Natalia Singarimbun, terhadap polisi lalu lintas, Aiptu Sutisna, menjadi viral di media sosial.

Sejauh ini baru ada keterangan dari pihak "korban", Aiptu Sutisna, bahwa dirinya tidak tahu kenapa "diserang". Aiptu Sutisna bersikap sabar, sabar sekali... sehingga mendapatkan penghargaan dari Polda Metro Jaya.

Sebaliknya, Dora Natalia menjadi bulan-bulanan netizen. Ia dibully habis-habisan. Polisi mendapat simpati. Dora mendapat antipati.

Bagaimana duduk perkara sebenarnya?

Belakangan muncul klarifiksi dari Dora dan adiknya. Keterangan keduanya menjelaskan duduk perkara Dora Natalia vs Aiptu Sutisna, yaitu terkait teguran dan kunci mobil.

Intinya, Dora menegus polisi yang mengatur lalu lintas yang sudah lancar dan meminta Aiptu Sutisna mengatur lalu lintas yang macet.

Namun, Aiptu Sutisna malah mengambil kunci Dora. Dora minta ditilang kalau memang melanggar. Namun, seperti diakui Sutisna sendiri, Dora tidak melanggar lalu lintas dan tidak hendak masuk jalur busway.

Rupanya, Dora hendak merebut kunci yang dipegang Sutisna. Yang tampak di video adalah Dora "menyerang" Sutisna, bahkan terkesan "mencakar" sehingga merobek baju dinas Sutisna.

Dora Natalia adalah karyawan Mahkamah Agung. Ia seorang mualaf --baru masuk Islam.

Berikut ini klarifikasi adik Dora, Desi Apriguna Singarimbun, yang masih beragama Kristen, via akun Facebooknya:

Bapa Ibu yang terhormat terimakasih atas kritikan manis nya, saya hanya ingin sedikit menceritakan kejadian di tkp versi kk saya Dora Natalia Singarimbun. kk saya menegur polisi krn berdiri di jalan yg lancar dan mengatakan pak kalo mw mengatur lalu lintas di tempat yg macet jgn yg di jalan yg lancar, tapi polisi malah menghadang dan mengambil kunci mobil tanpa membuat surat tilang, (memang kk saya org nya tempramen) akhirnya kk saya turun dr mobil dan meminta kunci mobil dan di buatkan surat tilang klo mmg didapati kesalahan berlalu lintas, tapi si polisi tdk kasi malahan polisi yg satu mengambil kesempatan dgn merekam kejadian disaat kk saya berusaha menggapai kunci yg di pegang polisi, seolah kk saya mencakar polisi. sayangnya saat polisi mengembalikan kunci mobil kk saya sambil menginjak kaki kk saya yg tanpa sepatu dengan sepatu boot polisi itu tdk di rekam oleh teman nya.tapi ya itu lah sehebat apapun kita tetap kita manusia biasa yg lemah di mata Tuhan. saya pribadi tetap menilai kk saya ada kesalahan tapi tidak utk kita hakimi.

Berikut ini pengakuan Dora Natalia, juga via akun Faceboonya (14/12/2016) :

Kejadian ini juga harus membuka mata kita semua terhadap institusi ini (Kepolisian). Dimana banyak sikap dan vonis sebagian dari kita selalu menganggap negatif kelakuan institusi Kepolisian. 
Terlihat besar, tinggi, gagah, tampang sangar, sedikit banyak membuat kita takut 
Tp ternyata dibalik itu semua mereka sangat menghormati seragam 
Kelelahan.. kepanasan.. serta cacian dan cemoohan, ke tidaktertiban pengendara tidak menghilangkan jiwa besar mereka 
Betapa sabarnya 
betapa bijaksananya 
Betapa santun nya 
Mungkinkah kita bisa seperti mereka 
Itulah yg membuat saya sedikitpun tidak bisa membela diri.. tidak bisa membuat alasan apapun 
Saya benar benar merasa salah 
Tp satu hal yg pasti saya tidak melanggar jalur busway seperti yg kalian tuduhkan. Jika anda menonton. Sy rasa anda bisa bedakan mana jalur busway mana jalan umum dan sy berada dimana 
Tp apapun ceritanya.. sayalah yg salah dan mgkn tidak pantas untuk anda maafkan 
Tp sy akan trus kuatkn diri untuk masa dpn anak2 dan keluarga besar saya 
Makasih atas semuanya 
Sy tidak marah anda hina saya, tidak pantas saya marah anda caci.. tp sy sangat bahagia jika kalian doakn kebaikan untuk buat sy berubah ke yang lebih baik lagi.

Itulah duduk perkara "drama" Dora Natalia vs Aiptu Sutisna, yakni terkait teguran dan kunci mobil. Tidak lebih!

Pelajaran buat netizen: jangan mudah dan langsung menghakimi seseorang yang tampak bersalah, bagaimana kalau itu terjadi pada diri atau keluarga kita? 

Sumber
Sumber
Sumber

Media Sosial Terpopuler di Indonesia: Facebook, Instagram, Youtube

By On November 07, 2016

Media Sosial Terpopuler di Indonesia: Facebook, Instagram, Youtube
FACEBOOK menempati posisi pertama sebagai media sosial terpopuler atau terbanyak dikunjungi pengguna internet di Indonesia. Instagram di posisi medsos terpopuler kedua dan Youtube menempati posisi tiga. 

Pengguna internet Indonesia 2016 mencapai 132,7 juta. 

Demikian data yang diungkap oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam hasil surveinya seperti dikutip Liputan6.
Menurut survei tersebut, Facebook berada di posisi pertama sebagai media sosial yang paling banyak menyedot pengguna internet Indonesia, dengan 71,6 juta pengguna (54 persen).

Media sosial untuk berbagi foto dan video pendek, Instagram, berhasil merebut hati para pengguna internet Indonesia dengan jumlah pengguna mencapai 19,9 juta (15 persen).

Media sosial berikutnya yang paling banyak dikunjungi pengguna internet Indonesia adalah YouTube. Layanan berbagi video tersebut mengantongi 14,5 juta (11 persen).

Dalam surveinya APJII melibatkan 1.200 responden. Survei mengenai perilaku pengguna --termasuk media sosial yang dikunjungi-- melibatkan 2.000 responden.*

Contact Form

Name

Email *

Message *