Hosting Unlimited Indonesia

HEADLINE NEWS

Membuat Situs Berita dengan Blogger Lebih Aman

By On May 06, 2020

Cara Membuat Situs Berita dengan Blogger. Keuntungan: Lebih Aman. WordPress Ribet!

Membuat Situs Berita dengan Blogger Lebih Aman

MEMBUAT situs berita lebih aman menggunakan blogger, yakni custom domain, jika Anda tidak bisa membeli server sendiri atau belum mampu menyewa hosting kapasitas unlimited.

Alasan utamanya, blogger aman dari serangan hacker dan pishing.

Yang melindungi situs berita Anda adalah Google sendiri sebagai pemilik blog.

Situs berita dengan blogger juga tidak dibatasi trafik. Jutaan pengunjung sekalipun per hari tidak akan membuat situs berita ada nge-hank atau error server busy. 

Tapi 'kan kesannya gak profesional kalo gratisan? 

Tidak masalah.

Pembaca dan mesin pencari tidak akan peduli apalah situs Anda gratisan atau berbayar, yang penting adalah kontennya, isinya.

Soal tampilan, sangat banyak template blog berita, termasuk Detik Style ini. Ah ini mah sekadar sampel post label Opini, Blogging, dan Headline.

Blogger adalah platform blog milik Google sehingga akan diprioritaskan di indeks hasil pencarian Google.

WordPress? Ribet!

Bagaimana kalau WordPress? Maksudnya, pake CMS WordPress (WP).

Kebanyakan situs berita "kecil - menengah" menggunakan WP. Lebih SEO Friendly, memang. Namun, ribetnya minta ampun kalau WP.

Tiap minggu hampir selalu ada saja plugin yang harus update. Ini cukup merepotkan. Belum lagi jika hostingnya terbatas dan error-error yang kerap menerpa.

WP rentan di-hack juga.

Akhirnya, it's your choice. Yakinlah, Konten adalah Raja. Content is King.*

Template Detik Style atau Tema Mirip Detikcom di Tokopedia Ilegal!

By On May 04, 2020

Template blog mirip detikcom Detik Style cocok untuk berita. Demikian judul produk yang dijual di Tokopedia yang lagi "trending" karena pencurian data pelanggan.


Template Detik Style atau Tema Mirip Detikcom di Tokopedia Ilegal!

Deskripsinya: template blog mirip detik style cocok untuk kamu yang suka ngeblog mengenai berita
kini saatnya menggunakan template ini keren dan lebih cepat dibanding template blog lainnya.

Ketahuilah, itu bukan CB Blogger. Artinya, itu template ilegal!

Si penjual, Dekur Batik Indonesia, dari Sukabumi. Jelas, ilegal. Ia menjual produk orang lain, eh, produk CB Blogger.

Bukan hanya Dekur, masih ada beberapa penjual ilegal. Ini daftarnya:
  1. Arsyila Olshop
  2. Aur Yellow
  3. 4Jovem Tiya
Sialnya lagi, CB baru tahu dua hari lalu. 

CB hanya sekilas mencari di mana form pengaduan kepada Tokopedia, agar produk itu ditarik dan penjualnya "ditegur keras" --bila perlu dibanned jualan di Tokopedia.

Sekali lagi, Template Blog Detik Style atau Tema Mirip Detikcom di Tokopedia itu Ilegal! Yang sudah beli di sana, silakan komplain ke penjual, dan membeli yang SAH (LEGAL) dari CB Blogger.*

Kisah-Kisah Pasien Virus Corona yang Sembuh Tanpa Dirawat di Rumah Sakit

By On April 09, 2020

Kisah-Kisah Pasien Virus Corona (Covid-19) yang Sembuh Tanpa Dirawat di Rumah Sakit ini menjadi inspirasi dan kabar bagus di tengah pandemi Covid-19.

Kisah-Kisah Pasien Virus Corona yang Sembuh Tanpa Dirawat di Rumah Sakit

Membludaknya pasien COVID-19 membuat rumah sakit dan tenaga medis harus memilih siapa saja yang harus dirawat secara intensif.

Pasien dengan gejala berat dan memerlukan bantuan alat untuk bernapas, atau pasien dengan kondisi tertentu biasanya lebih diprioritaskan untuk dirawat di rumah sakit.

Sementara pasien COVID-19 yang gejalanya ringan atau sedang bisa isolasi mandiri di rumah. Orang yang tertular virus Corona memang tidak harus selalu dirawat di rumah sakit.

Selama daya tahan tubuhnya masih sanggup melawan virus dan ditambah asupan vitamin serta makanan bergizi, seseorang yang positif virus Corona bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 14 hari.

Ini kisah orang-orang yang berhasil sembuh dari COVID-19 tanpa dirawat di rumah sakit.

1. Mengurung Diri di Kamar

Simon Nainggolan mulai merasakan gejala COVID-19 pada 20 Maret 2020 berupa demam yang tak kunjung turun.

Setelah memeriksakan diri ke dokter dan menjalani tes swab serta rontgen yang menunjukkan ada bercak putih pada paru-paru kanannya, Simon dinyatakan positif virus Corona.

Simon pun memilih isolasi mandiri di lantai 2 rumahnya. Selama isolasi, dia mengurung diri dan tak berinteraksi dengan siapa pun. Bahkan makanan juga diantarkan hanya sampai depan pintu. Untuk membantu sistem imun melawan virus, ia rajin minum vitamin C, D, E dan jus buah.

"Tentunya obat parasetamol karena demam saya terus-menerus tidak turun. Untungnya saya tidak sesak napas," ujar Simon saat dihubungi detikcom.

Demamnya tak kunjung turun hingga enam hari dan Simon tetap berusaha menyembuhkan diri sendiri dengan makan teratur dan memperbanyak vitamin. Dia bahkan menghabiskan vitaminC hingga 2.000 mg dan air putih 3 liter sehari sebab tenggorokannya kerap terasa kering.

Lalu pada 1 April, demam Simon tiba-tiba hilang dan tubuhnya mulai pulih, namun dia tetap mengonsumsi banyak vitamin. Hingga pada 6 April dia kembali menjalani tes swab dan keesokan harinya hasilnya menunjukkan sudah negatf virus Corona.

"Terima kasih Tuhan saya bisa melewati masa-masa kritis," pungkasnya.

2. Isolasi Mandiri Sambil Mengurus Anak

Aktris Olga Kurylenko mengumumkan positif virus Corona lewat Instagram pada 16 Maret 2020. Ia memutuskan isolasi mandiri di rumahnya di London karena saat itu rumah sakit penuh dan lebih memprioritaskan merawat pasien dengan gejala berat.

Seminggu karantina diri di rumah, pemeran Bond Girl di film James Bond ini kebanyalan hanya tidur dan beristirahat karena demam tinggi dan sakit kepala hebat. Ditambah ia juga batuk-batuk yang tak kunjung berhenti.

Memasuki minggu kedua, Olga sudah tidak mengalami demam namun batuknya belum juga sembuh. Ditambah lagi, tubuhnya juga terasa sangat lelah. Selama proses penyembuhan diri, Olga juga merawat sendiri putranya, Alexander Max Horatio.

"Lalu di akhir minggu kedua aku benar-benar merasa baikan," tulisnya.

Batuknya semakin berkurang dan lambat laun sudah hilang sama sekali. Dia pun mengaku kini kondisinya baik-baik saja.

Saat isolasi mandiri, Olga mengaku mengonsumsi banyak vitamin dan suplemen kesehatan. Mulai dari vitamin C, vitamin E, vitamin B5, kunyit dan zinc.

3. Karantina Mandiri Selama 13 Hari

Elizabeth Schneider, pasien sembuh dari virus Corona dengan isolasi mandiri.Elizabeth Schneider, pasien sembuh dari virus Corona dengan isolasi mandiri. Foto: Facebook

Elizabeth Schneider mulai mengalami gejala COVID-19 setelah menghadiri sebuah pesta. Awalnya dia merasakan sakit kepala, demam dan tubuh serta persendiannya terasa ngilu. Kemudian wanita berusia 30-an tahun ini mengalami kelelahan berat.

"Demamku mencapai suhu 103 derajat Fahrenheit (39 derajat Celsius) di malam pertama dan perlahan-lahan turun jadi 100 (37,7 derajat Celsius) dan turun lagi ke 99,5 (37,5)," tulis Elizabeth di Facebook.

Elizabeth menceritakan demamnya semakin reda 10 hari setelah ia merasakan gejala di hari pertama. Dia memilih tidak pergi ke rumah sakit karena gejala tersebut hilang dan tubuhnya sembuh dengan sendirinya. Namun dia tetap mengisolasi diri dan menjauhi keramaian.

"Aku menghindari aktivitas fisik berat dan kerumunan banyak dan tentu saja aku tidak akan mendekati orang yang kukenal saat bertemu di tempat umum," tutupnya.

4. Kesepian dan Ketakutan

Alison Cameron terpapar virus Corona setelah bertemu dengan seseorang yang ternyata juga positif. Wanita 53 tahun ini mengalami infeksi saluran pernapasan dan kesulitan bernapas. Meskipun gejalanya cukup berat, dia mengisolasi dirinya di rumah dan tidak perawatan di rumah sakit.

"Aku merasa tidak enak badan dan menjalani isolasi. Rasanya sungguh tidak enak seperti akan mati," tuturnya, seperti dikutip dari BBC.

Alison menjalani tes virus corona pada 5 Maret dan dinyatakan positif COVID-19 empat hari setelahnya. Masa-masa karantina di rumah sempat membuatnya ketakutan dan kesepian.

Untuk mengusir rasa bosan, dia membaca lima judul novel yang berhasil ditamatkannya hanya lima hari. Untungnya saat dia berjuang melawan penyakit dan rasa kesepian, banyak teman meneleponnya memberikan semangat. (Sumber).*

Banyak Media Bermain Clickbait, Jurnalisme yang Baik Kian Langka

By On December 09, 2019

Banyak Media Bermain Clickbait, Jurnalisme yang Baik Kian Langka

Disrupsi informasi menjadi peluang bagi media mainstream untuk meningkatkan pembacanya.

“Disrupsi informasi membuat masyarakat mengalihkan mencari informasi di media mainstream politik karena banyak informasi hoax di media sosial,” kata Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Nezar Patria saat menyampaikan presentasinya tentang The Future Media di Tempo Media Week 2019, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu, 7 Desember 2019.

Menurut Nezar, masyarakat mengalihkan bacaannya ke media mainstream besar lantaran jurnalisme yang baik kian langka. “Dunia jurnalistik banyak bermain dengan click bait,” kata dia.

Ia menuturkan, saat ini, konten digital paling besar dikuasai oleh New York Times. The Times juga merajai subscriber.

Di Indonesia, pengaruh game online yang berbahasa Inggris, berimbas positif terhadap peningkatan pembaca The Jakarta Post.

“Dulu, pembaca Jakarta Post banyak dikuasai oleh ekspatriat. Tapi kini, gara-gara game berbahasa Inggris, ada kenaikan signifikan dari pembaca lokal,” katanya.

Yang menarik, kata Nezar, disrupsi informasi juga mendorong tren Slow News. “Slogannya menarik, Unbreaking News, bukan Breaking News. Mereka bahkan mengajak pembacanya untuk menentukan headline apa yang akan ditayangkan pada edisi berikutnya,” ucapnya.

Pemimpin Redaksi Tempo.co Setri Yasra membenarkan pernyataan Nezar. Dari data yang diketahuinya, pembaca New York Times dari seluruh dunia per bulan mencapai 171 juta. Subscriber mereka pun sebanyak 4 juta orang. Ini diikuti oleh The Guardian dengan pembaca sebanyak 151 juta per bulan dari seluruh dunia dan 1 juta pelanggan subscriber.

Tantangan Industri Media: Kembali Jadi Sumber Informasi Utama

Industri media saat ini menghadapi tantangan serius. Pengaruhya sebagai sebuah medium yang bisa mempengaruhi opini publik berhadapan dengan media sosial.

“Media mainstream ditantang oleh platform media sosial termasuk dalam soal revenue,” kata Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Nezar Patria kepada Tempo, Kamis, 5 Desember 2019.

Menurut Nezar, saat ini, iklan digital lebih banyak lari ke media sosial ketimbang ke media mainstream. Tentu yang bisa dilakukan media mainstream adalah bagaimana cara bisa mendapatkan kembali kredibilitas sebagai sumber informasi utama seperti yang pernah didapatkan pada masa sebelumya.

“Pilihannya gak banyak, mengikuti sebagai media yang melayani segala macam yang dibentuk oleh selera media sosial, mass market atau bermain di ceruk lebih kecil, segmented semacam niche market,” ujarnya.

Persoalan inilah yang akan disampaikan Nezar saat berbicara soal The Future Media dalam gelaran Tempo Media Week 2019 di panggung utama, Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, 7 Desember 2019 mulai pukul 09.30. Selain Nezar, pembicara lainnya adalah Pendiri Kata Data, Metta Dharmasaputra; Pemimpin Redaksi KBR 68 H, Citra Dyah Prastuti; dan Pemimpin Redaksi Tempo.co, Setri Yasra.

Nezar menuturkan, untuk bermain di mass market, media mainstream harus memproduksi sebanyak mungkin artikel-artikel sensasional yang bisa bersaing di media sosial. “Kalau niche market, pilihannya harus bisa membuat policy content, model bisnisnya adalah model berlangganan, submission,” ucapnya.

Tapi, bisa juga campuran keduanya, antara content yang berlangganan dan gratis. Semua bisnis model ini belum ada formula yang tepat bisa dipakai di semua tempat di organisasi media lantaran sangat tergantung dari strategis bisnis audiens dan juga sejarah media mainstream yang bersangkutan.

Adapun Setri menuturkan, ia akan berbicara tentang transformasi digital di Tempo. “Tonggak transformasi digital adalah Tempo.co karena itu menjadi pintu masuk produk digital majalah dan koran,” katanya.

Selain itu, Setri akan menguatkan tayangan hasil liputan investigasif di Tempo.co. “Menuangkan hasil liputan investigasi jauh lebih keren lewat digital karena bisa dikirim lewat foto, video, dan terasa dekat dengan pembcaca karena ada interaksinya.

Pada gelaran Tempo Media Week 2019, mengambil tema besar The Future Media. Direktur Tempo Institute, Qaris Tajudin menuturkan, revolusi digital telah mengubah banyak hal, termasuk pada bagaimana kita mengkonsumsi informasi. 

Jika dulu, orang harus mencari informasi dengan membaca berita dalam bentuk fisik dengan berlangganan atau membeli di loper koran dan toko buku, kini bisa diperoleh dengan gratis, cepat, singkat, dan dalam beragam bentuk. (Tempo)

Komnas HAM: Situs Dituduh Hoax Harus Diuji Publik Sebelum Diblokir

By On January 17, 2017

Komnas HAM: Situs Dituduh Hoax Harus Diuji Publik Sebelum Diblokir
Pemerintah diminta tidak sewenang-wenang memblokir sebuah situs Islam yang dianggap penyebar hoax. Sebelum diblokir, situs perlu diuji publik dulu di masyarakat. 

Anggota Komnas HAM, Natalius Pigai, mengkritik sikap pemerintah yang memblokir secara pihak 11 situs Islam yang dituduh menyebarkan berita hoax.

Natalius mempertanyakan kewenangan pemerintah yang langsung memblokir ke 11 situs tersebut dan 300-an situs lain yang dituduh SARA dan menyebar kebencian, padahal belum dilakukan uji publik.

"Karena situs yang dituduh SARA atau menyebarkan berita hoax itu perlu diuji publik dulu di masyarakat sebelum diblokir. Maka pemerintah tdak bisa semena-mena langsung memblokir," ujarnya dalam acara diskusi di ILC TV One, Selasa (17/1/2017), dikutip Republika Online.

Ditambahkannya, dalam sistem hukum (criminal justice system) keputusan bersalah itu ada di pengadilan dan pemeritah tidak bisa sepihak bertindak. Apalagi bila melihat pendapat PBB soal penggunaan internet sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM).

Komnas HAM bahkan menyangsikan UU ITE karena ada hak kebebasan pers dan menyampaikan pendapat yang dijamin undang-undang. 

"Kebebasan itu harus dilestarikan, maka sangat pas bila Komnas HAM masih menyanksikan UU (Undang Undang) ITE, karena bertentangan dengan UU kebebasan pers dan kebebasan menyampaikan pendapat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah secara sepihak memblokir 11 situs Islam yang dinilai penyebar hoax, meski belakangan lima situs dibuka kembali.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sejauh ini telah memblokir setidaknya 7.770 situs.*

Mayoritas Warga Amerika Mencari Berita Lewat Media Sosial

By On May 28, 2016

Media Sosial
MEDIA Sosial sudah mulai menggantikan peran situs berita (media online, news portal) di Amerika Serikat. 

Survei terbaru menyebutkan, untuk pertama kali dalam survei pendapat umum, mayoritas rakyat Amerika mengatakan mereka sekarang memperoleh berita melalui media sosial.

Dalam survei yang dilakukan oleh PEW Research Center, 62 persen responden menggunakan situs-situs media sosial, seperti Facebook, Reddit, dan Twitter, untuk memperoleh berita.

Angka itu meningkat tajam dari 49 persen dari jajak pendapat sama yang dilakukan PEW 4 tahun sebelumnya.

Dilansir VOA Indonesia, peneliti mendapati situs media sosial yang paling popular untuk berita adalah Facebook, dengan 66 persen pengguna yang terdaftar, hampir dua pertiga membuka situs itu untuk informasi yang dipasang oleh para sahabat.

Twitter menunjukkan hampir sama baik dengan 59 persen pengguna mencari berita di situs; Linkedln, YouTube, dan Reddit juga memiliki pengguna yang sangat besar yang mencari berita di sana.

Dari mereka yang menggunakan media sosial untuk memperoleh berita, mayoritas 64 persen hanya menggunakan satu situs, yang paling sering adalah Facebook. 26 persen memperoleh berita mereka melalui dua situs, dengan hanya 10 persen menggunakan tiga atau lebih sumber media sosial.

Para periset juga mendapati lima situs media sosial yang paling banyak menarik berbagai kelompok demografi yang mencari berita.

Misalnya, pengguna Linkedln lebih cenderung daripada yang lainnya memiliki gelar perguruan tinggi, sedangkan para pengguna Facebook lebih cenderung adalah wanita dan pengguna Instagram lebih cenderung adalah golongan minoritas etnis.

Penulis berita, Jeffrey Gottfried dan Elisa Sheaver, mengemukakan, mereka yang menggunakan media sosial untuk memperoleh berita terus mencari informasi lewat sumber-sumber yang lebih tradisional, seperti televise lokal atau jaringan televisi, radio, dan surat kabar cetak.

Sembilan sumber media sosial dimasukkan dalam studi itu: Reddit, Facebook, Twitter, Tumbir, Instagram, You Tube, Linkedln, Snapchat, dan Vine. Kesembilan situs jejaring sosial itu menunjukkan pertumbuhan dalam pengguna berita dibandingkan dengan studi serupa oleh Pew dalam tahun 2013.

Sebelumnya, New York Times menurunkan laporan tentang menurunnya popularitas  situs berita karena tergerus media sosial. Sejumlah situs berita memberhentikan karyawan dan memangkas anggaran.

Media sosial dan aplikasi mobil disebutkan sudah mulai mengambil alih peran situs berita (news portal) sebagai sumber utama berita.*

Media Digital Jadi Peluang Penghasilan Tambahan

By On February 14, 2016

Media Digital Jadi Peluang Penghasilan Tambahan
Media Digital atau media online merupakan peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan, penghasilan pasif (passiv income), bahkan bisa menjadi penghasilan utama.

Karenanya, bagi kalangan media cetak, kehadiran media digital sebagai media baru saat ini tidak bisa dilawan. Justru media tersebut harus dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan.

Demikian dikatakan Direktur Utama Harian Umum Pikiran Rakyat, Djoko Hendrarto, dalam acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

Menurut Djoko, keberadaan media online merupakan bagian dari perkembangan media massa. Sebelumnya, media cetak hanya bersaing dengan sesama surat kabar, majalah, radio, dan televisi.

Namun, saat ini media cetak harus menghadapi revolusi media yakni, media digital. "Untuk menghadapi hal itu, Pikiran Rakyat ikut mengembangkan media online," ujar Djoko seperti dikutp laman PRLM.

"Terjun menggeluti onilne meruoakan strategi untuk mengantisipasi revolusi media. Apalagi, perangkat digital saat ini semakin canggih dan harganya murah," ujar Djoko.

Disebutkan juga, penghasilan dari media digital yang dimiliki Pikiran Rakyat, baru mencapai 0.3 persen dari penghasilan media cetaknya. Namun demikian Djoko optimistis penghasilan dari media digital akan semakin meningkat.

Hal senada dikemukakan Direktur Pengembangan Bisnis Kelompok Kompas Gramedia, Edi Taslim. Menurutnya, media online adalah peluang bukan ancaman, kendati uang yang dihasilkan dari media itu masih sangat kecil. 

"Penghasilan iklan media digital perusahaan kami baru mencapai 2 persen dari penghasilan iklan media cetak," ujarnya.

Diungkapkannya, "kue" iklan untuk media digital di Indonesia tahun 2013 mencapai Rp1,5 triliun. Hanya saja, 70 persen "kue" iklan itu diambil perusahaan media digital asing, seperti Google, Yahoo, Tweeter, dan Facebook.

Sisa kue iklan 30 persen diperebutkan oleh 25 lebih media digital Indonesia. "Kita ini memperebutkan Rp400 hingga Rp500 miliar uang iklan yang tersisa," terangnya.*

Koran Independent Inggris Tutup

By On February 14, 2016

Koran Independent Inggris Tutup
KALAH bersaing dengan media online, suratkabar ternama Inggris, Independent dan mingguan Independent on Sunday, akan berhenti terbit atau tutup mulai akhir Maret 2016.

Edisi terakhir kedua media cetak terpopuler di Inggris itu akan terbit terakhir pada 20 dan 26 Maret 2016. Pemiliknya, Evgeny Lebedev, mengumumkan penutupan kedua koran itu di sebuah surat yang dikutip IB Times Sabtu (13/2/2016).

Sekitar 150 orang akan kehilangan pekerjaan akibat penutupan tersebut. "Sejumlah karyawan di Independent Print Limited jadi mubazir,” kata Lebedev.

"Saya menyesali ini, tetapi dapat mengkonfirmasi bahwa semua orang pada kontrak kerja jangka menangah dan jangka panjang akan menerima gaji dua minggu, tergantung kondisi, untuk setiap yang bekerja setahun ditambah sesuai periodenya,” terangnya.

Meski dua media cetak itu tutup, namun media onlinenya, independent.co.uk, akan terus aktif. Menurut Lebedev, media online dipertahankan karena menjadi strategi terbaik.

Penutupan Independent semakin menambah daftar media cetak yang tutup karena gempuran media online dan media sosial yang menjadi sumber utama informasi publik saat ini.*

Media Sosial Pertama di Dunia Friends Reunited Gulung Tikar

By On January 22, 2016

Friends Reunited
detikStyle -- Situs media sosial pertama di dunia Friends Reunited kini sudah tutup alias gulung tikar, meski masih bisa diakses pada 22 Januari 2016. Situs ini muncul pada 15 tahun yang lalu.

Seperti dilansir dari laman NDTV, situs jejaring sosial ini pertama kali dibuat oleh tiga sahabat yang ingin tahu kabar tentang teman-teman sekelas mereka dulu. 

Hanya dalam lima tahun semenjak kemunculannya, situs ini menjadi popularitas dan diisi hingga 15 juta anggota.

Sangking suksesnya, popularitas situs ini mendorong perusahaan televisi Inggris, ITV, membeli Friends Reunited seharga hampir 250 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,4 triliun.

Friends Reunited pernah mengalami kontroversi karena menjadi salah satu penyebab perceraian atau pisahnya pasangan, karena anggota di dalamnya memanfaatkan situs ini untuk menjalin hubungan atau menghidupkan kembali asmara ketika bersekolah.

Salah satu pendiri Friends Reunited, Steve Pankhurst, mengatakan dirinya tak sanggup lagi untuk memenuhi semua biaya operasional Friends Reunited yang ditanggungnya. Ia juga mengaku sangat sulit bersaing dengan layanan media sosial lain terutama Facebook.

Data menunjukkan, pengguna aktif Facebook telah menembus angka 1,5 miliar yang menjadikannya sebagai media sosial terbesar.*

Persib Bandung Jalin Kerja Sama dengan Inter Milan

By On January 09, 2016

Persib Bandung Jalin Kerja Sama dengan Inter Milan
detikStyle -- Persib Bandung menjalin kerja sama dengan klub Seri A Italia, FC Internazionale alias Inter Milan. 

"2016 adalan momen untuk membangun kembali pondasi @persib sebagai klub profesional terbaik. Bulan ini (Januari 2016) @persib kerja sama dengan @intermilan akan lakukan pembinaan dan pelatihan pemain dan pelatih," kicau Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita, melalui akun twitternya @glennpersib, Jumat (8/1/2016).

Glenn mengungkapkan salah satu langkah awal dalam program kerja sama ini adalah mengirimkan pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, untuk menimba ilmu kepelatihan di klub yang dipimpin pengusaha Indonesia, Erick Thohir, itu.

"Minggu depan coach Djadjang Nurdjaman akan diberangkatkan ke Italia untuk pelatihan coaching. Program untuk Djanur meliputi Knowledge of Methodology of the Inter Milan Academy with specific reference of U16-U19. Sebelum keberangkatan Djanur, kami akan melakukan press conference bersama Inter," bebernya.

Dilansir situs resmi Persib, Djadjang akan bertolak ke Italia pada 14 Januari 2016. Pelatih yang membawa Maung Bandung juara Indonesia Super League (ISL) 2014 itu bakal setahun di Italia untuk mendalami ilmu sepakbola, khususnya kepelatihan.

Djanur mengatakan, sepulangnya dari Italia ia ingin menerapkan ilmunya di Persib Bandung, khususnya dalam pembinaan pemain muda asal Bandung dan daerah Jawa Barat lainnya agar bisa menjadi pemain inti Persib Bandung.**

Beli Nomor HP, Orang Kaya Arab Habiskan Rp 3,6 Miliar

By On January 08, 2016

 Orang Kaya Arab
DetikStyle, Arab Saudi -- Sebanyak 12 orang kaya Arab Saudi rela mengeluarkan uang banyak hanya untuk membeli nomor telepon seluler (ponsel) perdana.

Dikutip Liputan6 dari Arabian Business, Kamis (7/1/2016), sebesar US$ 658 ribu atau sekitar Rp 8,5 miliar terkumpul dari penjualan nomor cantik dalam lelang yang diadakan Virgin Mobile.
Tak semua hasil lelang memang akan digunakan perusahaan tersebut. Uang sebesar US$ 526.600 atau sekitar Rp 6,9 miliar akan disumbangkan untuk program amal Arab Saudi.

Penerima sumbangan tersebut antara lain adalah beberapa organisasi non profit seperti Disabled Children Association dan the Charity Committee for Orphans Care.

Ada 11 nomor cantik yang dilelang seperti 0570 777 777, 0570 666 666, 0570 555 555, 0570 070 070. Namun, nomor yang paling mahal dibeli adalah nomor 0570 000 000 dengan harga US$ 276 ribu atau Rp 3,6 miliar.

Operator telekomunikasi itu menyatakan nomor telepon itu merupakan nomor khusus yang dibuat untuk dipakai di Arab Saudi. Virgin Group tidak menjelaskan siapa yang memenangkan lelang tersebut. (Credit image: Liputan6).*

Tekuk Swansea Jadi Kunci Kebangkitan Manchester United

By On January 04, 2016

Kebangkitan Manchester United
MANCHESTER, KOMPAS.com - Bek Manchester United, Chris Smalling, menyatakan timnya akan segera bangkit kembali, menyusul kemenangan 2-1 atas Swansea City di Stadion Old Trafford, Sabtu (2/1/2016).

Dua gol Manchester United pada laga itu diciptakan oleh Anthony Martial (48') dan Wayne Rooney (77'). Adapun gol Swansea dicetak oleh Gylfi Sigurdsson pada menit ke-70.

Kemenangan tersebut menghentikan tren buruk Manchester United yang tak pernah menang dalam delapan laga beruntun di seluruh kompetisi.

Kini, skuad asuhan Louis van Gaal menempati posisi kelima klasemen sementara dengan perolehan 33 poin, terpaut sembilan poin dengan Arsenal di urutan pertama.

Melihat posisi saat ini, Smalling pun optimistis timnya akan segera bangkit kembali ke jajaran papan atas klasemen.

"Desember adalah masa yang buruk, dan tentu saja perasaan kami senang bisa meraih kemenangan (atas Swansea)," ujar Smalling kepada MUTV, Minggu (3/1/2016).

"Kami telah melewatkan terlalu banyak poin. Jika bisa terus konsisten meraih hasil positif, kami bisa mulai memikirkan tentang posisi kami di klasemen," ucapnya.

Pada musim ini, Smalling sudah tampil sebanyak 29 pertandingan di seluruh kompetisi, dengan menorehkan satu gol. Dia juga beberapa kali mengenakan ban kapten ketika Wayne Rooney dan Michael Carrick berhalangan.

Contact Form

Name

Email *

Message *